Sokang

 


Waktu itu, Soleh sedang main ep-ep, tiba-tiba dari dapur ibunya memanggilnya,


"Soleh! Beli bawang!"


Teriak ibunya.


Namun, karena sholeh sudah terlanjur main dan ingin memenangkan game itu, maka ia tak menggubris perintah ibunya,


"Sebentar mak, sebentar lagi juga selesai."


Karena ingin sayur sopnya segera jadi, maka ibu sholeh mengambil uang lima ribu rupiah dari dompet lalu menuju ruang tamu dan menyodorkan uang itu kepada sholeh yang sedang tidur-tiduran,


"Ini uangnya, cepet berangkat beli bawang! Emak soalnya lagi goreng lele.'


Ucap ibu soleh yang menahan rasa geram kepada anaknya yang kerjanya cuma malas-malasan itu.


"Hmmm.."


Jawab soleh dengan nada meremehkan.


Karena tak sanggup bersabar lagi, ibu sholeh segera meninggalkan sholeh dan pergi ke dapur.


Tak lama kemudian, ibu sholeh kembali lagi ke ruang tamu dan menemui sholeh, namun kali berbeda. Ditangannya terdapat pisau yang biasa digunakannya untuk mengupas terong,


"Pergi beli bawang atau kau kujadikan lauk makan malam!"


Bentak ibunya sambil mengacungkan pisau terong kepada sholeh.


Melihat ibunya yang mulai serius, soleh segera AFK dan mengambil uang yang di berikan ibunya di meja,


"Iiya mak, ssssoleh akan bbeli bbawangnya ssekkarrangg."


Ucap sholeh sambil menelan ludah dan tubuh gemetaran.


Segerah sholeh berangkat ke bu minah untuk membeli bawang.


Melihat anaknya menuruti perintahnya, ibu sholeh tersenyum dengan penuh rasa kemenangan sambil berkacak pinggang.


Setelah membeli bawang, sholeh segera pulang ke rumah lalu menuju dapur.


"Ini mak bawangnya. Huh..huh..."


Ucap sholeh sambil memberikan bawang itu kepada ibunya dengan napas terengah-engah.


"Kenapa kamu begitu?" 


Tanya ibu sholeh.


"Capek mak. Huh...huh..."


"Capek gimana?! Orang beli bawang di bu minah saja capek! Dasar anak lemah!."


Mendengar ibunya yang menghinanya, sholeh hanya diam saja, karena sebenarnya di lubuk hatinya, ia ingin jadi anak sholeh. ya!, Seperti namanya!


"Sekarang, kupas bawang bawang itu!"


Ibu sholeh mengambil kresek bawang dan melemparkannya ke arah sholeh.


"Iya mak."


Tak beberapa lama kemudian, terdengar isak tsngis dari arah belakang ibu soleh, setelah menengok kebelakang, ternyata suara itu berasal dari soleh yang menangis sambil memandangi kresek didepannya,


"Kenapa kamu nangis?!, mata kamu perih ya karena mengupas bawang?."


Tanya ibu soleh.


"Bukan mak."


"Ya kalau gitu cepet! Nanti sop emak nggak jadi-jadi. Cepat kupas bawang-bawang itu!."


Bentak ibu soleh.


"Tapi ini lengkuas maakkk!."


Rengek soleh sambil menunjukkan kresek yang penuh dengan lengkuas kepada ibunya.


Melihat hal itu, ibu soleh tersipu malu dan mengambilkan kresek yang berisi bawang kepada soleh sambil senyam-senyum.


"Ini bawangnya.."


Setelah diberi bawang, tangis soleh terhenti.


Namyn ketika mulai mengiris bawang, rasa malas menghinggapi sholeh, mengaduk aduk pikirannya dan membisikinya dengan kata-kata jahat agar ia tak jadi mengupas bawang.


Seketika itu juga tubuh soleh tersungkur ke arah bawang-bawang yang tak sempat dikupasnya.


Melihat hal tersebut, ibu sholeh aegera menghampiri tubuh sholeh yang terkulai lemas di atas lantai.


"Mak, tolong selesaikan game sholeh ya mak, tingkatin terus rank-nya, jadilah juara, menangkan turnamen dunia. Soleh ingin, emak jadi pro player ep-ep."


Ucap sholeh yang seolah-olah itu merupakan keinginan terakhirnya.


Namun, ibu sholeh tak mengindahkan keinginan anaknya itu dan kelihatannya ia sangat marah pada anaknta.


"Soleh, ini sudah keterlaluan!, ibu tak bisa tahan lagi!, mulai sekarang ibu kutuk kamu jadi kukang!."


Kutuk ibunya.


"Ibu memilih pilihan yang tepat."


Ucap soleh dengan nada pasrah.


Seketika itu juga, tangan soleh memanjang dan kakinya memendek, tubuhnya pun ditumbuhi bulu-bulu sehingga membuatnya seperti kukang.


Setelah anaknya menjadi kukang, ibu sholeh merasa menyesal. Ia pun merawat sokang (sebutan untuk soleh setelah menjadi kulang) dengan penuh kasih sayang.


Hari demi hari betlalu dan ibu soleh merasa sokang hanya menghabiskan uangnya saja.


Hingga pada suatu hari, ibu sholeh mengalami krisis ekonomi sehingga ia mencoba mencari pemasukan dengan cara meletakkan sokang di depan rumah dan meminta orang-orang untuk membayar dua ribu rupiah jika ingin melihat sokang.


Ternyata cara itu berhasil!


Perlahan tapi pasti, keuangan ibu soleh mulai membaik karena banyak orang rela membayar demi melihat sokang dari dekat.


Makanan sokang pun ternyata tidak terlalu mahal, karena makanan favoritnya adalah sayur sop.


Jadi teman-teman itu adalah salah satu conroh akibat buruk dari penyakit malas.


Mohon jangan lakukan hal tersebut dirumah
.


Posting Komentar

0 Komentar