Mer-Ning-Jau

 

Hidup di dunia tidaklah sembarangan. Untuk melahirkan seorang bayi pun ada tata cara yang di pelajari oleh seorang dokter hingga bisa melakukan proses persalinan dengan baik.


Untuk menjalani hidup di tempat persinggahan yang hanya sementara ini pun memiliki aturan yang harus di lalui dengan berpedoman pada kitab hidup bagi masing-masing manusia yang memiliki keyakinan.


Bagi orang-orang yang berkeyakinan dengan ajaran Islam, mereka berpedoman pada kitab suci Al-Qur'an yang di yakini, bahwa mulai dari manusia hidup hingga matinya sudah tertata di dalamnya.


Di dalam kitab-kitab tidaklah menjelaskan secara langsung bagaimana manusia menjalani hidup dengan baik dan benar, tetapi dengan menggunakan bahasa tanda atau isyarat dari masing-masing Pemilik kitab.


Manusia tidak serta-merta mampu memahami isi kitab mereka tanpa adanya renungan atau menadaburi isi kitab dengan melihat situasi yang dipertanyakannya dengan konteks yang dijelaskan pada kitab. Maka dengan itu, manusia mampu memunculkan gagasan dasar dalam menjalani hidup.


Dari petunjuk yang sudah di berikan oleh TuHan dalam menjalani hidup pada kitab dengan berbagai tanda atau isyarat, melahirkan manusia yang pandai melihat situasi yang itu memunculkan ide supaya manusia hidup dengan aman dan tenang.


Contoh yang sering kita lihat dan ketahui adanya lampu merah-kuning-hijau yang ada di persimpangan jalan. Merupakan hasil ide dari Lester Farnsworth Wire yang ketika suatu hari ia melihat tabrakan antara mobil dan kereta kuda.


Lampu yang dikenal sebagai lampu lalu lintas, merupakan lampu pemberi isyarat yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya.


Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah. Pengaturan lalu lintas di persimpangan jalan dimaksudkan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok pergerakan kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian, sehingga tidak saling mengganggu antar-arus yang ada.


Bagi manusia yang mau berpikir dengan merenungi situasi sekitarnya pasti akan mendapatkan hikmah. Dari adanya lampu lalu lintas terdapat hikmah dalam menjalani hidup, supaya hidup berjalan dengan aman, nyaman dan tenang.


Warna merah pada lampu lalu lintas menandakan berhenti atau tanda bahaya,  warna kuning menandakan hati-hati atau waspada terhadap apa yang ada di persimpangan jalan, dan warna hijau menandakan boleh memulai berjalan.


Akan tetapi, bolehnya berjalan yang di isyaratkan oleh warna hijau pada lampu lalu lintas janganlah diartikan boleh berjalan dengan seenaknya, perlunya diikuti rasa waspada atau hati-hati dengan menghiraukan rambu-rambu di sekitar maupun setelah persimpangan.


Dengan itu, perjalanan akan terasa aman, nyaman, dan tenang dengan mengikuti aturan yang berlaku pada lalu lintas. Begitu juga halnya pada kehidupan ini, mereka yang tidak melawan aturan yang telah di buat oleh TuHan akan menjalani hidup dengan aman, nyaman dan tenang.

Posting Komentar

0 Komentar