Tirakat Makanan Pelajar

 

Imam Ghozali berpendapat, para remaja yang sedang menuntut ilmu harus tirakat, antara lain dengan memakan hanya daun-daunan dan sedikit buah-buahan; dan menjauhi “makanan keras” (solid food), seperti nasi jagung dan sebagainya, apalagi daging, ikan, dan ayam. Hanya mencerna makanan “serba prihatin”seperti itu sangat baik dan bermanfaat untuk mencapai kedalaman ilmu agama.

 

Kiai Ali Krapyak berpendapat tentang seruan Imam Ghozali untuk melakukan tirakat seperti di atas, adalah: “baik, tetapi belum tentu bermanfaat”. Karena pendapat Imam Ghozali dirasa berlawanan dengan sebutan gizi para remaja yang sedang membutuhkan semua jenis makanan yang akan mengembangkan bentuk fisik tubuh mereka.

 

Sejumlah informasi tentang gizi dan makanan yang selama ini melekat di masyarakat, ternyata belum sepenuhnya benar dari sisi medis. Seringkali informasi ini hanya berupa mitos dan omong kosong belaka. Contoh: tidak makan daging kita akan lemas? Kalsium paling tinggi ada di susu sapi, lalu vegan pasti kekurangan kalsium. Makanan lengkap jika ada ikan atau daging dan banyak mitos lain yang berkeliaran seputar pola makan berbasis nabati.

 

Mari cek riset yang dilakukan DR. Drs. Susianto, MKM, Head of Indonesia Vegetarian Society (IVS) dan President of International Vegetarian Union (IVU) pada Vegan Festival yang diadakan Maret 2018 silam di Central Park, Jakarta. Pertama kandungan protein daging: 9-21%, telur: 12-13%, dan ikan 16-23%. Sedangkan kandungan protein pada kedelai: 34%. Mengenai asam urat yang sering dikaitkan dengan kacang-kacangan, urinnya yang dimetabolisme oleh tubuh menjadi asam urat adalah sekitar 11 miligram. Sedangkan jeroan, seafood, daging, dan unggas sekitar 100-1000 miligram. ke dua kandungan kalsium pada 100 gram susu kedelai: 118 mg, agar-agar: 400 mg, tempe: 129 mg. Sedangkan kandungan kalsium pada daging kambing: 11 mg, ayam: 14 mg, sapi: 11 mg, jadi kalsium pada tempe 10 kali lipat dari daging. Ke tiga zat besi pada bayam: 12,3 mg dan tempe: 10 mg. Sedangkan zat besi pada daging sapi: 2,8 mg, ayam: 1,5 mg, kambing: 1 mg. Jadi perbandingan zat besi pencegah anemia pada tempe 10 x daging kambing, 4 x daging sapi, 7 x daging ayam. Mengenai residu pestisida tertinggi bukan di sayur atau buah, namun di daging 55 x lebih tinggi residu pestisidanya. Hewan ternak yang makan pakan ternak tanpa dicuci, mengandung residu yang tinggi. Semakin lama hewan di ternak, maka semakin tinggi pula akumulasi residu pestisida dalam daging hewan ternak.

 

Mengenai dianjurkan makanan “serba prihatin” dan menjauhi solid food, Gurunda Wan Ludfie juga pernah melakukan riset. Selama beberapa bulan beliau menghindari makan nasi putih, berminyak, gula, dan bertepung. Badan beliau terasa lebih sehat, ringan, dan tidak mudah lelah. Karena sirkulasi darah menjadi lancar dan kerja otak menjadi maksimal. Berat badan menjadi ideal dan kondisi gula darah, asam urat, dan tekanan darahnya menjadi normal.

 

Sebagai pelajar, pola makan hendaknya berkualitas. Imam Ghozali menyampaikan pendapat juga atas banyak pertimbangan dengan pikiran dan hati yang jernih. Seperti yang dikatakan Nabi saw. Makanan mukmin tidak hanya halal, namun baik dan berkah. Orang yang belajar, jika makanannya tidak sehat. Maka, sirkulasi darah ke otak tidak lancar. Dengan demikian akan sulit untuk bisa menghafal, memahami, atau berpikir untuk jangka panjang. Juga kesehatan lambung memengaruhi kesehatan jasmani. Sayur dan buah tinggi serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk itu, disiplin pola makan sehat itu penting. Agar ilmu agama yang dipelajari mudah diserap dan dipraktikkan.

Posting Komentar

0 Komentar