Sabiqoh

 

 


Menggapai apa yang kita inginkan memang tidak mudah , namun ada proses yang membuat kita tetap semangat dengan tujuan tertentu. Bahkan akan menjadi sebuah hal nyata jika sudah menjalankannyan. Urusan hasil tetap serahkan kepada Alloh yang maha esa, karena di setiap detiknya selalu mengandung takdirnya.  

                Dalam melakukan sebuah hal tidaklah perlu terlalu menggebu, tidaklah perlu nerek mbontek coro yang ngoyo hingga melupakan Alloh selalu hadir dalam setiap detik yang mengarunginya. Tidak usah di pungkiri bahwa apa yang selalu kita lakukan itu terkadang selalu di kendarai oleh napsu yang tak dapat dibendung. Dengan apa yang kita lakukan sudah menjdikan patokan benar pada dirimu sendiri. Entah dalam segi apapun itu.

                Takdir itu tidak salah, terkadang manusianya sendiri yang kurang sabar terhadap ketentuan takdir Alloh. Takdir sudah dicatat oleh Alloh sejak di zaman azali sesuai dengan Qodo dan Qodar Alloh. Pembahasan tentang takdir IMAM GHAZALI pernah dikritik banyak ulama’ perihal tulisannya di dalam kitabnya ihya’ulumuddin ‘’tidak ada su’ul khotimah’’. Disaat itu para ulama’ gempar membahasnya tentang hal tersebut, padahal IMAM GHAZALI belum menjelaskan tentang apa yang ada dipemikirannya. Setelah kontroversi  kemudian IMAM GHAZALI menjelasakan polemik apa yang dimaksud beliua. Bahwasannya tidak ada mati itu su’ul khotimah yang ada adalah su’ul sabiqah karena mati itu sudah menjadi suatu rangkuman takdir bukan lagi tentang apa yang kita takutkan kalau masuk neraka toh semua sudah dalam takdir Alloh yang sudah tercatat.

Manusia diberikenikmatan oleh Alloh berupa akal dan pikiran. Dijaman sekarang yang semuanya serba canggih sehingga untuk menjelajah dunia cukup dengan menggunakan hape tinggal ketik di mbah google saja sudah mengatahui apa yang ingin kamu ketahui. Ingin melihat negara manapun sudah tertera foto, ingin mengetahui informasi sudah tertera berita. Bahkan yang jomblo pun mencari jodohnya  melewati i FB dan IG nya, yang konon katanya wujud ikhtiar dan berdo’a sambil menikmati takdirnya. WALLOHU A’LAM BISHAWAB

Posting Komentar

0 Komentar