Not To Be Confused With Success

Tidak bisa dikatakan sukses jika hanya dipandang dari sisi ruhaniah saja. Berbeda sudut pandang maka berbeda juga presepsi yang di keluarkan, Setiap Orang mempunyai hak untuk berasusmsi tetapi setiap orang tidak berhak untuk menilai karena nilai sesungguhnya hanya Alloh yang mengetahui berapa presentasinya. 

 

Kesuksesan seseorang tergantung orang yang menjalaninya, jika orang tersebut sudah merasa cukup dan nyaman, bisa juga itu menjadi titik sukses orang tersebut. Namun belum tentu dengan pandangan orang lain, orang lain pun mempunyai rasa kepuasan yang berbeda tolak ukur.

 

Banyaknya harta benda tidak menjadi acuan bahwa orang itu sukses dan berhasil.  Dalam teori (Dream warriors yang sudah memahami bahwa menjadi sukses tidak perlu di ukur dengan materi). Dengan standart diri kita saja , jika kita sudah merasa bahagia maka disitulah kita sudah di katakan sukses menurut duniawiyah saat itu . 

 

Setiap orang memiliki daya suport system tersendiri, mereka mempunyai hak untuk menggapai apa yang sudah di inginkannya untuk berkembang dan tidak stuck di satu tempat saja. Perkembangan itu sendiri bisa jadi bagaimana kita berkolaborasi dengan orang lain yang menimbulkan banyak hal postif dan orang lain bisa menikmatinya. Maka, bertanggung jawab dengan apa yang sudah lakukan ya juga termasuk sukses dalam mempercayai diri sendiri. 

 

Banyak beragam hal yang bersangkutan dalam kesuksesan, tidak bisa di ukur dengan materi saja , namun perlu dipikirkan juga yang sudah tidak asing lagi banyak orang mengatakan “sukses dunia akhirat”. Untuk melakukannya terserah dengan metode apa yang terpenting tidak keluar dari norma agama yang sudah di tentukan oleh para alim dan kanjeng Nabi Muhammad sudah dawuhkan. 

Posting Komentar

0 Komentar