Murid itu Mayit

 Murid itu Mayit





Hal penting yang harus dipahami bagi setiap manusia adalah sadar diri akan posisinya. Ketidak sadaran diri tentunya membawa banyak keburukan untuk dirinya dan sekitarnya. Dalam proses pembelajaran, murid diharuskan memosisikan dirinya seperti Mayit yang akan dimandikan, dikafani, disolati, hingga dikuburkan.


Murid harus siap seperti botol kosong ketika berguru. Untuk mendapat berkah ilmu dari guru. Terkadang guru memiliki cara khusus untuk meroasting muridnya. Pikiran yang njlimet menjadikan murid sulit untuk menerima transmisi keilmuan dari sang guru. Karena itu guru akan membersihkannya terlebih dahulu.


Sesuai dengan pertimbangan guru. Apabila murid sudah siap menerima transmisi keilmuan. Guru akan memoles murid. Apa ilmu yang sesuai. Potensi apa yang dimilikinya. Dengan berbagai cara, guru memberikan dorongan dan fasilitas untuk sang murid. Nah murid harus pandai menangkap momen. Bagaimana ia mengembangkan dirinya dengan tetap pada jalur yang sesaui.


Do'a dan ridlo guru kepada murid menjadi kunci utama baik dalam proses pembelajaran, maupun sampai kelak di akhirot. Ini hal yang harus dipegang kuat sampai titik terakhir ketika hayat masih di kandung badan. Sungguh sangat disayangkan, apabila belajar namun tidak mendapat ridlo dari guru. Maka, hubungan antara murid dan guru. Ini tidak hanya ketika belajar. Namun di setiap nafas. Karena guru adalah orangtua ideologis-religius yang menghantarkan murid sampai kepada Alloh swt. Wallohu'alam.  


Posting Komentar

0 Komentar