Meningkatnya Hama Tikus, kera, dan Babi Hutan sebab Manusia

Meningkatnya Hama Tikus, kera, dan Babi Hutan sebab Manusia



Lingkungan hidup adalah bagian bumi yang mencakup mahluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan benda lainnya seperti air, tanah udara ataupun sumber energi yang ada di dalamnya dan menjadi satu. Lingkungan hidup yang baik dapat tercipta bila terjadi keseimbangan antara mahluk hidup satu dengan yang lainnya serta terhadap benda lain (air, tanah, udara dan sumber energi), namun manusia dengan sifat serakahnya melakukan eksploitasi sumber daya alam secara liar dengan alasan memenuhi kebutuhan hidup. Eksploitasi sumber daya alam ini tidak diperhatikan dengan akibat dari apa yang terjadi dari eksploitasi tersebut.


Eksploitasi terhadap lingkungan hidup yang sejatinya ulah dari manusia sendiri telah merusak tata ekosistem lingkungan hidup. Semisal rantai makanan di alam yakni elang atau ular memakan tikus, lalu kera di hutan memakan buah-buahan pohon liar, babi hutan memakan Umbi-umbian liar di hutan. Ketika hutan di babat habis, dan burung pemangsa serta ular diburu habis. Maka yang terjadi adalah populasi tikus meningkat dan kera serta babi hutan memasuki ladang perkampungan untuk mendapatkan makanan.


Eksploitasi hutan serta pemburuan burung pemangsa atau ular memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan warga kampung yang tinggal di dekat hutan tersebut. Hutan yang dibabat habis mengakibatkan: sumber mata air mengalami kekeringan dan binatang liar kehilangan sumber makanannya. Dampak lanjutannya adalah warga kampung mengalami kerugian karena gagal panen. Kerugian ini menjadikan keluarga petani mengalami sakit, setres, bahkan meninggal.


Ketidak seimbangan tata ekosistem lingkungan hidup terjadi karena ulah manusia. Maka, salah satu solusi yang terbaik adalah dengan memperbaiki modal sosial warga setempat. Agar peduli terhadap lingkungan hidup. Ini harus dilakukan secara kolaboratif antara warga, pemerintah desa, serta dinas pemerintah yang terkait dengan permasalahan tersebut. 

Posting Komentar

0 Komentar