Memilih Teman Dengan Kasih Sayang

 Memilih Teman Dengan Kasih Sayang



يَا عَلِيُّ، اطْلُبُوا الْمَعْرُوفَ مِنْ رُحَمَاءَ أُمَّتِي تَعِيشُوا فِي أَكْنَافِهِمْ، وَلَا تَطْلُبُوهُ مِنَ الْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ فَإِنَّ اللَّعْنَةَ تَنْزِلُ عَلَيْهِمْ

“wahai Ali carilah kebaikan dari umatku yang memiliki kasih sayang, maka engkau akan hidup dalam kemuliaan, dan janganlah mencarinya dari orang-orang yang keras hatinya, karena laknat akan turun kepada mereka.”

Hadis ini dikutib dari Kitab Mukhtarul Ahadis, Bab Huruf Hamzah, nomor hadis 180, hal. 20

Merujuk dari dalil di atas, ada dua poin penting. Ketika akan menjalin sebuah relasi, baik itu relasi kerja, belajar, ataupun sosial. Yakni dengan dasar kasih sayang. Bukan yang keras hatinya.

Diperjelas oleh Abuya Gathok Subijanto pada kajian rutin pagi di Masjid Rakyat Tambak Bening Suroboyo Ali BaSyah "yang harus digaris bawahi adalah hati. Hati yang kasih sayang. Bukan yang keras hatinya. Boleh jadi sikapnya keras. Namun hatinya lembut. karena sikap keras atau tegas yang nampak merupakan bentuk kasih sayang demi kebaikan". 

Ada kata pepatah " hidup itu pilihan". Dan Alloh berfirman dalam surat Yasin ayat 82 : Kun Fayakun (Jadilah, maka jadilah ia) di dalam takdir yang Alloh anugerahkan. Manusia diberikan kebebasan untuk memilih menjadi baik atau buruk. Maka jika dikaitkan dengan hadis di atas. Hendaknya dalam berelasi dengan sesama manusia. Kita memilih dengan hati yang penuh kasih sayang.

Posting Komentar

0 Komentar