Lapar Merubah Segalanya

Beberapa hari yang lalu adalah jadwal masak saya. Pagi-pagi sekali saya memutuskan pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan.


Setelah selesai berbelanja, saya baru sadar bahwa dari tadi saya sedang mengantongi kunci GE, (yaitu komplek pondok pesantren yang sekarang saya tinggali). 


Walhasil, saya bergegas kembali ke pondok karena khawatir akan membuat teman-teman lama menunggu hanya dikarenakan kecerobohan saya. 


Ketika sampai di pintu gerbang, saya melihat salah seorang teman saya yang sedang duduk sambil sengklak-sengkluk karena menahan kantuk.


"Sudah dari tadi ya?." Tanyaku.


Temanku itu hanya mengangguk-angguk, mungkin dia sudah menunggu cukup lama.


Saya segera membuka pintu gerbang, didepan pintu saya melihat sepasang sandal yang yang sudah tak asing lagi bagi saya, dan saya juga tahu siapa pemilik sandal tersebut.


Setelah saya masuk, ternyata ada salah seorang santri yang sudah masuk duluan dengan cara memanjat pagar, dan ketika itu dia sedang makan.


Mengetahui hal tersebut, temanku yang sengklak-sengkluk tadi menjadi sedikit geram dan memeringatkan santri yang memanjat pagar itu,


"Jagan ulangi lagi, kalau tidak darurat jangan sampai memanjat pagar!." 


Ucapnya dengan suara yang agak dikeraskan.


Tak mau kalah, sang santri itupun mengelak,


"Tapi ini juga darurat!"


"Darurat apanya? Darurat karena lapar?!." 


Kembali temanku ini berbicara dengan nada yang sedikit ngegas


Saya yang mendengar hal itu, -seperti biasa- hanya senyam-senyum seolah tak punya dosa.


Yah, mungkin kalau pembaca melihat saya senyam-senyum seperti itu, saya yakin, pembaca tak akan segan untuk melempar sandal ke arah saya karena kata orang, senyum saya itu mangkelke.


Lanjut ke masalah tadi.


Lapar.


 Ya, lapar. Salah satu masalah global yang dialami oleh sebagian besar masyarakat di dunia dan sampai sekarang belum juga teratasi.


Lapar menjadi hal yang buruk jika menyebabkan seseorang melakukan apapun agar perutnya bisa terisi. Salah satu contohnya adalah yang dialami oleh santri tadi. 


Dan saya juga tidak bisa menyalahkannya, sebab, Agos Kotak pernah berkata;


"Lapar merubah segalanya."


Ungkapan ini memang tidak salah, dan bahkan sangat relevan dengan kehidupan kita sekarang ini.


Namun, yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa; jangan sampai lapar ini membuat kita melakukan hal-hal yang dilarang seperti; mencuri, menguntit, dan mengambil hak orang lain yang menyebabkan orang lain itu tidak ridho. 


Sebaliknya, kita harus mencontoh orang-orang hebat yang sukses sebab berhasil mengalahkan yang namanya rasa lapar tersebut.


Sebut saja mereka itu; Roman Abramovich, Kenny Troutt, George Soros, dan masih banyak lagi. 


Kita bisa meniru mereka dan mengambil pelajaran bahwa lapar bukanlah suatu penghalang bagi kita. Melainkan lapar adalah suatu penggerak bagi kita untu melakukan suatu perubahan bagi hidup agar menjadi lebih baik kedepannya.


Mengenai hal ini, saya ingat kata-kata menarik yang pernah saya baca di internet. Kata-kata itu berbunyi;


"Kalau mau sukses, harus lapar dulu!."


Jadi, mulai sekarang,
selamat menikmati rasa lapar anda, dan selamat menikmati perubahan hidup yang akan menjadi lebih baik kedepannya.

Posting Komentar

1 Komentar