Kita Adalah Virusnya?

 


Perubahan besar sangat terasa paska munculnya Virus Corona atau Covid-19 menyebar ke seluruh antero dunia. Hampir semua negara dinyatakan positif terjangkit virus tersebut. Percepatan penyebaran yang terjadi membuat WHO yang awalnya mengambil keputusan dengan mendeklarasikan epidemi sebagai darurat kesehatan global pada 30 Januari 2020, menjadi secara resmi menyatakan pandemi pada awal bulan maret 2020.

Melonjaknya kasus yang terjadi di berbagai negara, menjadikan negara-negara mengambil berbagai kebijakan untuk memutus perkembangan Virus Corona-19, salah satunya dengan pembatasan perjalanan. Di berbagai kota besar, terutama yang tinggi angka percepatan penyebaran Virus Corona menerapkan lockdown. Transportasi dihentikan dan orang dibatasi untuk keluar masuk. Bahkan di Arab Saudi, prosesi haji dan umroh ditiadakan untuk beberpa waktu, semua sangat dibatasi.

Hal itu juga terjadi di Indonesia, akses penerbangan internasional di tutup, akses penerbangan dalam negeri dibatasi. Menerapkan lockdown lokal antar kota. Pabrik-pabrik tutup atau beroperasional seadanya dengan merumahkan beberapa karyawannya. Sekolah dan kampus diliburkan. Santri di pondok-pondok pesantren dipulangkan. Larangan melakukan acaran dalam bentuk kerumunan, dalam hal apapun, termasuk pengajian, yasin tahlil, bahkan solat jama'ah lima waktu dan jum'at sempat ditiadakan di beberapa daerah yang masuk zona hitam (angka penyebaran virus tinggi).

Namun sadarkah, kesemuanya itu menjadikan kehidupan yang ada ini semakin terasa untuk dinikmati, menjadi normal seperti sedia kala. Ditutupnya banyak airport, dibatasinya banyak kendaraan bermotor, ditutupnya pabrik-pabrik, menjadikan polusi udara terkurangi, emisi gas buang berkurang.

Gunung-gunung yang dulunya tidak terlihat sebab tertutup awan, sekarang mulai bermunculan terlihat indah dari kejauhan. Hewan-hewan yang dulunya sempat diberitakan punah, kini pun mulai dapat di temukan berkeliaran di hutan-hutan. Satwa liar mulai bertambah, burung-burung dapat terbang bebas tanpa khawatir kejedot pesawat terbang.

Ada tatanan baru yang lebih menjadikan bumi seimbang, menata dari kerusakan, kesalahan tata kelola tangan-tangan manusia. Mau tidak mau, inilah cara Tuhan, sebuah penyesuaian untuk mengembalikan bumi menjadi seperti sedia kala. Manusia seperti sedang dalam ayakan pasir, yang tidak sadar dan disiplin diri akan tersingkir (mati).

Lalu seperti apakah sebenarnya? Bagaimana jika Corona adalah anti virus sedangkan kita adalah virusnya?.

Posting Komentar

0 Komentar