Ketiwas


Beberapa hari yang lalu saya merasa sedikit geram, penyebabnya adalah kucing-kucing tak tahu etika itu kencing lagi di meja dapur. 


Bukan cuma itu, ketika saya membuka tempat piring yang ada di bawah meja dapur, mak jegagik! Kencing kucing itu sudah menyebar kesana kemari sehingga puluhan piring terpaksa saya cuci kembali karena terkontaminasi kencing kucing.


"Yah, nasib-nasib..." Gumam saya dalam hati.


Ingin rasanya saya memarahi kucing-kucing itu dan ngeplak kepalanya agar jera atas semua perbuatan yang telah dilakukannya.


Tapi ya.. namanya kucing, mau dimarahi atau diomeli seperti apapun dia tidak akan pernah menggubris omongan kita.


Begitu pula jika kita ngeplak kepala kucing dengan maksud agar kucing itu jera, paling-paling efeknya adalah dia akan takut dengan kita dan selang beberapa waktu kemudian dia akan mengambil kesempatan yang bagus untuk melakukan perbuatan tak senonoh itu lagi.


Yang pasti, kalau kita marah-marah dengan kucing, hasilnya adalah kucing-kucing itu semakin menjadi-jadi ketika melakukan aksinya, sementara kita juga akan menjadi-jadi tingkat kebodohannya.


Kucingnya tidak berubah, tapi malah kita yang susah.


Hal inilah yang mungkin menyebabkan saya insaf dan tidak memarahi kucing-kucing itu, namun, memilih untuk segera membersihkan kencing kucing tersebut walaupun dengan sedikit rasa nggrundel.


Tapi setidaknya saya terselamatkan dari melakukan hal bodoh, yaitu memarahi kucing.


Mungkin hal ini juga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa; marah-marah terhadap sesuatu yang memang sulit untuk dirubah merupakan tindakan bodoh dan menyusahkan diri sendiri.


Sebaliknya, kalau kia mencoba merenung, menerima dan memerbaiki kesalahan-kesalahan kita, mungkin hal itu akan membuat kita merasa lebih baik dan mencegah kita dari terkena penyakit darah tinggi. 


Tapi ya kembali lagi, yang namanya manusia mungkin sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, bahkan berkali-kali pasti akan berbuat kesalahan. Yang perlu digarisbawahi disini adalah;


"Kucing-kucing itu masih saja tak tahu etika!."



Posting Komentar

0 Komentar