Jerih Payah

 


          Manusia merupakan makhluk Alloh swt., yang tercipta dari saripati air mani yang ditumpahkan ke dalam rahim seorang wanita melalui proses hubungan suami-istri hingga terlahirlah sang jabang bayi.

          Setiap bayi yang terlahir di dunia dengan suara tangisan dari balik tempat persalinan merupakan tanda, bahwa akan adanya kehidupan.

          Kehidupan baru yang di awali dari bersihnya hati dan pikiran pada sang bayi, dan menjadi lembaran catatan amal yang siap untuk di tulis dengan tinta amal perbuatan mulai akil balig.

          Suara tangisan dan sucinya hati nurani dari sang bayi yang sebelumnya di detik-detik kelahiran, seorang calon ibu dari sang bayi harus menahan rasa sakit. Yang nantinya setiap wanita pun akan merasakan pada waktunya.

          Akan tetapi, rasa sakit pada seorang calon ibu pada momen tersebut tak akan pernah bisa seorang lelaki merasakan. Karena jelas, bahwa lelaki tentu tidak bisa hamil. Dan itu sudah menjadi kodrat para lelaki. Itu menjadi bukti, bahwa wanita lebih kuat daripada pria.

          Rasa sakit yang dilalui calon ibu ketika akan melahirkan di mulai dari merasakan mulas hingga terlahirnya sang bayi, itu menjadi bukti di balik kelemah-lembutan wanita terdapat kekuatan yang hingga nyawa menjadi taruhannya.

          Dengan sifat asli pada umumnya wanita yang lemah-lembut, wanita pasti memerlukan bantuan untuk melakukan sesuatu yang hal itu butuh kekuatan lebih besar sehingga dapat menyelesaikan tugasnya. Maka, wajib bagi para kaum Adam untuk membantunya. 

          Tetapi bagaimana dengan caranya seorang suami membantu istri yang lagi melakukan kegiatan berat dan ia harus melakukannya sendiri, yaitu melaksanakan kelahiran sang anak. Walaupun wanita terbilang kuat dan harus kuat pada momen tersebut.

          Maka, peran seorang suami untuk membantu sang istri yang melakukan hal berat dan juga sakit itu dengan cara bermunajat dan menyemangati pada masa sebelum melakukan lahiran dan sesudah lahiran.


Posting Komentar

0 Komentar