Harapan itu Apa?

Harapan itu Apa?



Kata Orang "dengan 'harapan' hidup menjadi lebih bergairah. Namun di sisi yang berbeda "harapan" mampu merubah hidup menjadi menakutkan. Ada kata pepatah yang mengatakan; kenyataan terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dawuh Gurunda Wan Luthfi "Urip kake'en karep, tambah ruwet" (hidup banyak pengharapan, semakin gak karuan). Kata beliau hidup cukup butuh Alloh. Berharap kepada selain Alloh, pasti kecewa.


Realitasnya: banyak yang berharap kepada selainNYA.


Check this out


- Laki-laki berharap kepuasan hasrat kepada wanita. Begitu sebaliknya. Ini sudah umum guys.


- Karena uang hidup bahagia. Qoola WIJAYA FM "Uang bukanlah segalanya, tapi sekarang segalanya butuh uang". Emak-emak menegaskan FIX NO DEBAT.


- Hidup mulia karena harta melimpah, tahta, kuasa, dan prestasi di atas rata-rata. Fakta di lapangan.


- Bekerja berharap gaji(UMUM). Bekerja dengan ikhlas sepenuh hati(1 banding 1000)


- Ada salah satu riwayat cerita karena harapan orangtua agar anaknya menjadi pemimpin dan do'a khusus dari Nabi saw. Sahabat Muawiyah beserta anak turunnya membantai siapa saja yang menghalanginya untuk menjadi pemimpin termasuk membantai anak turun Nabi saw. (Silahkan cek literatur sejarah)


- Sejarah perang saudara Dinasti Singosari karena "harapan" menguasai kursi tampuk kepemimpinan. (Berdarah-darah)


- Sejarah pelengseran Soekarno oleh Soeharto, selain karena rasa balas dendam. Juga harapan ibunya agar anaknya menjadi orang hebat.( meski jasanya banyak, DOSAnya juga Gedhe *dikutip dari dawuh Gus Dur di acara Kick Andy)


Itu semua wajar-wajar saja. Namun, bisa dilihat dampaknya. Karena atas nama cinta dan harapan rusak semua tatanan alam lingkungan. Kehancuran tak terelakkan.


Dengan demikian, Apakah harapan itu penting?


Jika penting, apa indikatornya dan mengapa penting?


Merujuk Kitab Mukhtarul Hadis karya Sayyid Ahmad Al Hasyimi Al Misri, mengenai berharap atau harapan yang dalam bahasa Arab أمل (amala) itu penting.


Menjadi penting jika harapan tersebut mutlak disandarkan kepada Alloh swt. Ingat! Kasih sayang Alloh sangatlah luas, sehingga sayangNYA mendahului murkaNYA. Sampai-sampai Ibunda Robi'ah al-Adawiyah dengan tegas mengatakan "manusia tidak sepantasnya mengeluh, ketika ia masih bisa bernafas".


Alloh swt. Menjanjikan reward berupa jaminan masuk surga dan diharomkan masuk neraka, apabila seorang tersebut percaya dan yakin kepadaNYA, RosulNYA serta hari akhir.



Maka, penting atau tidaknya suatu harapan. Sebagai makhluk yang berotak. Pergunakanlah otak dengan kapasitas dan kualitas yang semestinya. Sadari hidup ini serba kemungkinan. Kita bebas memilih dengan konsekuensi atas pilihan tersebut.


Akhirul Kalam :



Posting Komentar

0 Komentar