Do'a Sehat

Perbanyaklah berdo’a untuk kesehatan

Do’a merupakan bagian dari nilai kepasrahan diri kepada Alloh. Semakin sering berdo’a, dengan dasar ingin merekatkan hubungan dengan Alloh, meminta hanya kepadaNYA, akan semakin nampak kualitas ke-abdulloh-annya. Bahkan ada sebagian orang yang berdo’a tidak sebagai sarana meminta, tetapi lebih pada keinginan bermesraan dengan Alloh, dekat-dekat denganNYA.

Kesehatan merupakan komponen penting dalam kehidupan seseorang. Kesehatan seseorang segaris lurus dengan kehiudupan normal manusia pada umumnya. Aktifitas berjalan dengan normal. Ibadah bisa dilaksanakan dengan semestinya.

Maka, Rosululloh saw. mewanti-wanti untuk senantiasa bersyukur dengan 5 hal, sebelum datangnya 5 hal. Salah satunya adalah bersyukur dengan kesehatan yang ada, sebelum datang sakit. Sebab terkadang, orang harus merasa sakit terlebih dahulu, sebelum sadar betapa mahal dan nikmatnya kesehatan.

Pantaslah kiranya Rosululloh saw. memberikan arahan untuk memerbanyak berdo’a untuk kesehatan. Karena pentingnya kesehatan bagi seseorang

Perintah untuk memerbanyak berdo’a untuk kesehatan tentulah harus dibarengi dengan usaha yang selaras dalam menjaga kesehatan. Perintah ini, sekaligus mewanti-wanti agar pola kehidupan umat Muhammad saw. juga menjadikan kesehatan sebagai prioritas. Apalah arti do’a yang senantiasa dipanjatkan, akan tetapi pola hidup tetap tidak teratur.

Menjaga kesehatan bisa menjadi sarana umat Muhammad untuk hidup wira’i. Menjaga diri dari hal-hal madlorot. Penyakit adalah hal madlorot yang perlu dihindari. Maka menjaga kesehatan adalah bagian dari sikap wira’i.

Menjaga kesehatan juga menjadi bentuk syukur kepada Alloh yang telah menganugerahkan badan dengan selurih komponen yang ada dalam kondisi fi ahsani taqwiim. Kondisi yang baik. Kita punya amanat untuk menjaganya. Toh pada akhirnya, penyakit yang mendera juga akan kita rasakan sendiri.

Sakit juga berpotensi menjadikan seseorang tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Bahkan banyak orang yang mengumpat dan tidak terima ketika ada penyakit yang menderanya. Padahal, penyakit itu merupakan bagian dari lanjutan pola hidup yang ia praktikkan selama ini.

Pola makan menjadi salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan. Sebab banyak sekali penyakit di era ini yang timbul sebab makanan dan pola makan. Misalnya, pola makan malam berkarbohidrat. Ini tidak baik untuk kesehatan. Apalagi jika menjadi gaya hidup harian. Juga makan berat sebelum tidur, juga tidak sehat. Ini bisa menjadi pemicu datangnya penyakit diabet (Abuya Miftahul Luthfi Muhammad)

Tapi pengetahuan kesehatan macam ini, biasanya sudah banyak dimengerti. Akan tetapi, pada praktiknya, tidak bisa mengendalikan untuk tidak melakukannya. Inilah yang dikatakan tadi, bahwa menjaga kesehatan bisa menjadi sarana wira’i. Sebab ada sesuatu yang mesti ditekan, keinginan menuruti hawa nafsu yang mesti dikalahkan demi kesehatan.

Teladan yang telah diajarkan oleh Rosululloh saw. dalam laku beliau merupakan hal-hal menyehatkan secara medis. Ini teruji dalam beberapa penelitian. Misalnya soal makan berat sebelum tidur tadi. Secara medis tidak sehat. Dan Rosululloh saw. sudah mengajarkan hal ini jauh hari, Janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras” (Hr.Abu Nua’im, dari Ibunda A’isyah r.ha). 

Secara medis, hal ini bisa mengakibatkan penyakit. Selain kegemukan, tidur setelah tidur juga bisa menyebabkan timbulnya “heartburn” dan penyakit kanker saluran esofagus. Heartburn merupakan panas dan perih pada dada.

Ini sudah cukup memberi gambaran bahwa Rosululloh saw. tidak hanya menyuruh kita untuk memerbanyak berdo’a untuk kesehatan. Tetapi juga mengalokasikan waktu serta melakukan usaha demi menjaga kesehatan.

Kunci yang sekaligus menjadi PR bagi umat Rosululloh saw. adalah belajar mengenai pola kehidupan yang healthy. Serta memahami hal-hal yang menimbulan efek buruk bagi kesehatan. PR yang harus segera ditindak lanjuti, sebelum penyakit datang, dan sudah terlanjur merasa ada yang tak nyaman.

Posting Komentar

0 Komentar