Berusahalah Tulus Ikhlas

وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَّ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ، فَأُتِيَ بِهْ، فَعَرَّفَهُ نِعْمَتَهُ، فَعَرَفَهَا  ….وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ، وَقَرَأَ الْقُرْآنَ، فَأُتِيَ بِهِ،  فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا. قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَمْتُهُ، وَقَرَأْتُ فِيْكَ الْقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرَآنَ لِيُقَالَ: هُوَ قَارِئٌ، فَقَدْ قِيْلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ، فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ.

Dari sahabat Abu Huroiroh r.hu., berkata, Saya mendengar Rosululloh saw. dawuh, “Sungguh, manusia yang pertama kali dihakimi di hari kiamat adalah Orang yang mati sahid [gugur di jalan Alloh], dia dihadirkan, kemudian diberitahukan dengan nikmat-nikmatNYA [sewaktu di dunia], ternyata ia mengetahuinya”, …, Dan, ada seseorang yang belajar dan mengAjarkan ilmu, serta membaca al-qur’an dihadirkan pula, kemudian diberitahukan dengan nikmat-nikmat-NYA, dan dia pun mengakuinya. Kemudian Alloh swt. bertanya, “Apa yang telah kamu perbuat  terhadap nikmat-nikmat itu?” “Saya belajar ilmu, lantas mengAjarkannya, serta saya membaca al-qur’an dijalan-MU”. Alloh swt. dawuh, “Kamu Bohong! Sesungguhnya, kamu belajar agar kamu dikatakan ‘Âlim!” Dan, kamu membaca al-qur’an agar dijuluki, Sang Qôri’! Dan itu semuanya telah dikatakannya. Kemudian diperintahkan dihadapannya, akhirnya dia pun diseret pada mukanya, hingga dilempar kedalam neraka” (Hr.Muslim).

Dari Kitab Riyadhus Sholihin, BAB Harom Berbuat Riyâ, No. 1624.  

 

INTERNALISASI

-Teguhkan diri, hati dan mindset agar belajar, mengAjar, membaca al-qur’an hanya mutlak karena Alloh swt.

-Berusaha tulus dalam tiga hal yang telah di dawuhkan Kanjeng Nabi saw.

-Dan jangan mudah berputus asa, Ketika diri, hati dan mindset belum dapat tulus ikhlas dalam tiga hal yang telah di dawuhkan Kanjeng Nabi saw.

 

AKSI

-Tetap luangkan jadwalkan belajar, mengAJAR, membaca al-qur’an di setiap hari.

-Berniatlah di dalam hati nderek Kanjeng Nabi saw., dan berusahalah tulus niat hanya karena Alloh swt.

 

REFLEKSI

-Maka diri, hati, mindset menjadi tenang, Ketika telah dianugerahi dan terhidayahi dapat menjadi hamba Alloh yang menjadikan segala aktivitasnya mutlak hanya karena Alloh swt. lebih-lebih apa yang telah di dawuhkan Kanjeng Nabi swt. dalam hadis diatas tersebut.   

 

Posting Komentar

0 Komentar