ANTARA FOTO RESMI DAN SWAFOTO

 ANTARA FOTO RESMI DAN SWAFOTO




Berfoto setiap kali berkumpul bersama teman atau melewati momen penting telah menjadi sebuah keharusan. apalagi saya sendiri sesuatu apa yang menurutku sipp enak untuk difoto.


Entah untuk mengabadikan kenangan atau sekedar eksis di media sosial, kita tak segan mengerahkan segala upaya demi mendapatkan foto terbaik.


Jaman Sekarang, berfoto itu sdh menjadi garam dalam bersosialisasi. Gak foto, hambar atau gak enak gitu rasanya...

Beda dengan jaman dulu, ketika kita harus punya kesediaan film yg sekali pakai dan harganya pun tdk murah.

Sudah begitu, bila kurang hati-hati dalam menjepret atau memperlakukan si film (fuji / sakura) maka "terbakar" lah foto kita...πŸ˜€πŸ˜₯.

Bahkan orang-orang dulu ketika saya mau foto bilangnya awas kobong lho...


Lha Sekarang, mau foto tiap menit maupun kapanpun, bisa. Kalau hasilnya kurang baik, tinggal hapus dan foto lagi...

Bahkan sekarang juga, kita bisa melakukan foto yg dulu tidak bisa dilakukan, yaitu moto diri sendiri: SWAFOTO alias selpong(selfi).


Bedalah dengan foto resmi yg difotokan orang lain, SWAFOTO lebih menunjukkan kebersamaan yg tulus..karena akan sangat sulit utk menyatukan pandangan mata pada satu fokus yg sama, bila tiada "kesepakatan" hati.... (Hmm...)


Maka dari itu, saya harus berfikir 1000 kali untuk mengajak selfi kaum hawa, karena kuatir hatinya tidak berkenan sehingga, tatapan matanya tdk fokus..πŸ˜₯

Sementara kalau berselfi dengan sesama kaum adam, saya gak perlu berfikir lagi...cukup dengan bahasa isyarat, angkat hp..langsung mereka pasang wajah senyum..πŸ˜€πŸ˜πŸ˜€


Kesimpulannya, jika ajak SWAFOTO lain jenis, berfikirlah berkali-kali.. πŸ˜€ 😁 

Gituloh...



Posting Komentar

0 Komentar