Aliran Takdir

 


Puji syukur kita hanya kepada TuHan yang telah memberi kesempatan kita untuk bisa menarik hembusan nafas berupa udara segar, atau pun juga tidak segar karena polusi yang itu berasal dari kesalahan kita sendiri. Tetapi, tetaplah kita selayaknya bersyukur atas nikmat itu.


Dia-lah yang Sang Mahapencipta dan segala sesuatu ada pada genggamannya. Maka, berhaklah Dia mau memberi ataupun mengambil kembali sesuatu dari kita. Karena kita sejatinya tak memiliki apa-apa. Adanya kita di muka Bumi pun karena Dia yang menciptakan.


Alloh telah memberi kesempatan kita bisa hidup hingga sampai detik ini di muka Bumi pun bukanlah kebetulan. Perjalanan yang kita semua sudah jalani hingga saat ini merupakan jalan dari takdir-Nya.


Takdir Alloh berjalan ibaratkan air yang mengalir deras dari titik tempat tertinggi menuju ke tiitik tempat terendah dan menjadi aliran air yang tenang, hal itu berjalan sesuai sunnahtulloh. Begitu pun dengan kita hidup di dunia.


Alloh swt., menghidupkan kita dari jabang bayi dan mengalami pertumbuhan. Bertambah umur dari masa kanak-kanak yang jika kita melihat anak-anak di sekitar kita bermain tak memiliki rasa lelah, hingga mengalami masa tua yang kualahan menghadapi anak-anak. 


Pada masa tua yang di tunggu tidak lain hanyalah kematian dan jasad merupakan sebagai media tempat ruh bersemayam, yang nantinya akan di pendam di dalam tanah.


Seperti halnya air yang berada di atas tanah, ia akan meresap hingga air itu hilang dan menjadi satu dengan tanah. Maka tak jauh beda kita hidup di dunia dengan air yang akhirnya tubuh ini menyatu dengan tanah.

Posting Komentar

0 Komentar