Adapting More

Beberapa hari yang lalu saya ditimpa oleh yang namanya siklus tahunan tubuh atau bahasa kerennya disebut mencret atau diare. 


Sontak hal itu membuat tubuh saya lemas tak berdaya.


Makan pun terasa tak enak, karena setiap kali saya makan, perut saya mules dan terdengar bunyi kruwel-kruwel dari dalam perut saya. 


Setelah itu, biasanya disusul oleh keinginan BAB yang tak tertahankan. Kemudian saya...


hmmm...


Mungkin lebih baik saya menghentikan penjelasan sampai di sini, karena saya rasa pembaca tak mau tahu mengenai hal ini.


Selain itu, saya yakin pembaca pasti juga pernah mengalami kondisi yang bernama mencret beserta suka-dukanya.


Namun, karena mencret juga saya jadi ingat dawuh dari guru saya. Bahwa; mencret adalah cara tubuh untuk membersihkan saluran cerna dan mengembalikan fungsi cerna agar kembali normal. 


Memang benar, sebenarnya sebelum mengalami mencret, saya memang mengonsumsi nasi kotak beserta makanan yang terdapat di dalamnya secara berlebihan. 


Bahkan, nasi kotak yang tak jelas pemiliknya pun saya
embat
juga.


Jadi, wajar saja kalau saya menerima konsekuensi logis atas hal yang telah saya lakukan.


Dan hal ini selaras dengan apa yang di sudah dawuhkan oleh Resi Bening, bahwa; segala sesuatu yang ada di alam ini akan melakukan penyesuaian diri, atau disebut Adapting More dalam rangka mengembalikan keseimbangan dirinya yang terganggu disebabkan faktor-faktor eksternal.


Bencana longsor misalnya, yang terjadi akibat hutan-hutan yang akarnya berfungsi sebagai penahan tanah itu dibabati.


Begitu juga yang terjadi pada diri saya.


Mencret mungkin tak akan terjadi jika saya tidak berlebihan dalam mengonsumsi nasi kotak yang membuat organ cerna saya sedikit terganggu.


Yang pasti, sekuat apapun anda ingin merusak keseimbangan yang ada di alam, ketika itu juga alam akan menyesuaikan diri terhadap apa yang telah anda rusak.


Namun, perlu diketahui bahwa alam juga memunyai cara tersendiri di dalam menyesuaikan diri, baik itu melalui tsunami, gempa bumi, maupun bencana alam lain yang intinya hal tersebut bisa mengembalikan keseimbangannya.


Adalah suatu realita bahwa segala sasuatu yang menimpa diri kita adalah disebabkan oleh diri kita sendiri. Wallahu a'lam.


Posting Komentar

0 Komentar