Jangan Lalai


Waktu pastilah akan terus berjalan, dan tak akan ada yang mampu menghalangi berjalannya waktu, karena waktu adalah mutlak milik TuHan yang Mahakuasa lagi Mahamengatur, Alloh jalla jalaluh. 

Setiap yang hidup pastilah akan merasakan berjalannya waktu, begitu juga manusia. Berjalannya usia hingga tua renta.

Pada lain kesempatan, Alloh swt., menakdirkan alfaqir membaca salah satu buku dari sekian banyak buku yang telah di tulis oleh RG, yang alfaqir peroleh dari beliau.

Di dalam buku tersebut, alfaqir mendapat banyak pelajaran, khususnya pelajaran dalam hidup. Hidup yang terus bejalan, akan terus berjalan dan tak teras hidup hingga usia sekian.

Manusia hidup dengan kesibukan di setiap harinya menjadikannya fokus terhadap aktifitasnya, dan tidak sedikit dari mereka melakukan aktifitasnya tanpa memikirkan tujuan ia hidup, sebagai abdun yang hanya beribadah kepada Alloh swt. Karena terlalu nyamannya ia, hingga lalai untuk menyukuri kenikmatan yang telah ia terima dari Alloh swt. 

Kenikmatan yang dirasakan oleh manusia, sesungguhnya bukan sebagai tanda final atau kesuksesan dari hasil kesibukkannya. Justru kenikmatan itu bisa berbalik 180° menjadi kesengsaraan. Karena itu semua merupakan ujian dari Alloh swt. 

Sungguh besar kasih sayang Alloh kepada hamba-Nya, hingga DIA memberi ujian berupa teguran, supaya ia tak lalai dalam mengingat-Nya di setiap langkah hidupnya.

Tetapi, tak sedikit manusia yang menyadari teguran Alloh swt. Ia merasa kecewa terhadap takdir yang telah di tetapkan untuknya. Kecewa yang di barengi dengan penyesalan, karena ia telah melakukan kesalahan yang ia tidak sadari, yang berakibat ia menyalahkan TuHan sebagai pelaku kesalahannya.

Tak patutlah kita menyalahkan TuHan sebagai pelaku kesalahan kita. DIA telah mengatur dan menata dengan rapi takdir setiap hamba-Nya, dan pasti baik untuknya. Dengan bukti kita bisa bernafas dan menghirup udara segar yang telah diberikan oleh-Nya, apakah pantas kita menyalahkan DIA sebagai pelaku kesalahan kita? Maka, perlunya kita melihat diri kita sendiri di kaca yang besar, supaya kita menyadari dari mana kesalahan itu berasal. 

Marilah kita belajar, khususnya alfaqir dalam hal menyukuri takdir yang telah Alloh swt., tetapakan. Dari hal kecil, menyukuri sehatnya badan sebelum datangnya sakit. Jika pun sakit, maka itu pertanda Alloh swt., sedang perhatian dengan anda. DIA ingin waktu khusus supaya anda ingat kepada-Nya. Jika demikian, sakit anda menjadi barokah karena mengingat-Nya.

Posting Komentar

0 Komentar