Perintah E Njamin



Pada suatu ketika, seorang teman mengingatkan saya terkait sholat fardlu. Ia berkata, "sholat iku lakoni mergo perintah, Insya Alloh penak". Lalu, pada lain kesempatan saya merenungi peringatan yang di sampaikan oleh teman saya. Dan saya pun ingat cerita Romo Guru pada saat ngAji.

Romo Guru bercerita, yang kurang lebih "Pas nang Akhirat onok wong di timbali Gusti Alloh. Mergo kesalahan e, wong maeng di perintah Gusti Alloh 'Melebuo nak Neroko', seketika iku wong maeng langsung melayu melebu nang Neroko. Terus Gusti Alloh nimbali mane wong iku maeng lan nakoni 'Opo o kok tak perintah melebu Neroko, awakmu malah melayu melebu Neroko', wong e jawab, 'Nggih Gusti, selama urip kulo ten dunyo mboten ngelakoni nopo sing Njenengan perintahaken, lah sakniki Njenengan perintah kulo, kulo langsung semangat njalakno perintah Njenengan' terus Gusti Alloh jawab, 'Yowes, nek ngunu melebuo nak suargo".

Peringatan yang telah di sampaikan oleh teman saya dan juga cerita dari Romo Guru saya telah menunjukkan bahwa, jika yang sifatnya perintah itu tidak akan merugikan, justru sebaliknya. Orang yang melaksanakan perintah akan mendapat pertanggungjawaban dari yang merintah. Apalagi jika perintah itu dari Tuhan, akan mendapat jaminan dalam hidupnya.

Tetapi, berbeda kalau perintah itu di sampaikan oleh sesama hamba-Nya. Jika perintah itu di sampaikan oleh orang jahat untuk melakukan dalam hal keburukan, akan yang ada kerugian yang di dapatkan. Tetapi, jika perintah itu di sampaikan oleh orang baik, apalagi orang itu pada tingkatan alim yang mengetahui keilmuan, dan kedekatannya terhadap sang Pencipta. Maka, tidak ada kerugian yang di dapat justru mendapatkan doa.

Bagi umat muslim, perintah yang di sampaikan oleh Alloh swt., untuk para hamba-Nya melalui kekasih-Nya, yaitu Kanjeng Nabi saw., yang bersifat wajib seperti dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu sholat fardlu. Maka, bagi siapa yang melaksanakan sholat fardlu dengan niat karena Alloh, Insya Alloh hidupnya akan dijamin oleh-Nya. Tetapi, jika melakukan sholatnya dengan niat yang lain. Maka, sumpeklah ia dalam menjalani hidup. Karena sejatinya hidup adalah menunggu kematian. Dan sholat fardlu sebagai kewajibannya selagi menunggu kematian datang.


Posting Komentar

0 Komentar