SUKUR AKU BISA

Seorang alumni santri pondok pesantren x (menjaga kode etik jurnalistik) berangkat ke Masjid guna melaksanakan kewajiban sholat jumat.
Ketika sampai di Masjid dia mengambil shof yang ketiga tepat sebelah pilar (biasa karakter santri selalu cari aman).
Bilal pun adan dan memanggil sang khotib serta berwasiat agar jamaah diam dan mendengarkan khutbah ketika sang khotib sedang berkhutbah.
Ternyata sang khotib berhalangan hadir. Jamaah pun saling lempar pandangan. Kira-kira siapa yang pantas menggantikan sang khotib.
Akhirnya takmir masjid meminta tolong kepada santri yang duduk di sebelah tiang tadi untuk membadali sang khotib yang udzur.
Dia pun maju walau tanpa persiapan apapun demi menjaga status mantan santri (biar gak memalukan) dan menjaga nama baik almamater pondoknya.
Maka, ia pun berkhutbah. Mengucapkan Alhamdulillah, bershalawat pada Nabi, wasiat takwa, membaca salah satu ayat dari Al Quran, dan berdoa.
Duduk satu menit.
Berdiri lagi untuk khutbah kedua. Mengucapkan Alhamdulillah, bershalawat pada Nabi, wasiat takwa, membaca salah satu ayat dari Al Quran, dan Berdoa.
Tuntas (lega).
Setelah sholat jumat dia di komentari seorang jamaah
"cepet banget khutbah jumatnya, gak sampai lima menit!"
maka dijawab santri dengan sinis "sukur aku bisa kau tak bisa lagi".

Posting Komentar

0 Komentar