Rohmat


Alloh juga menyebut hujan sebagai Rohmat,
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
Dialah, yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa, dan menyebarkan rohmat-NYA. Dan Dialah Yang Mahapelindung lagi Mahaterpuji (Qs. as-Syura: 28)

Karena itulah Rosululloh saw. dan orang solih masa silam, sangat gembira dengan turunnya hujan. Sehingga mereka mengambil berkah dengan air hujan.

Disebutkan dalam hadit sohih
Dari Anas bin Malik r.hu. berkata, “hujan turun membasahi kami (para sahabat) dan Rasulullah saw., maka Rosululloh saw. membuka bajunya, sehingga hujan mengguyur beliau, maka kami bertanya, ‘Wahai Rosululloh untuk apa engkau berbuat seperti ini?’ Beliau menjawab,

“Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Alloh ciptakan.” (HR. Muslim no. 898).

Hujan itu adalah Rohmat, menurut Gus Baha'; kalau kita lari dari hujan, berarti kita lari dari Rohmat Alloh. jadi diantara syarat Taubat adalah, apabila taubat itu dianggap sah menurut al-Imam Ghozali, disuruh mandi dengan hujan perawan [yang asli dan langsung turun dari langit], dan itu langsung di minum, ketika cocok minumnya ya jadi taubat, apabila tidak cocok bisa jadi sakit perutnya. karena itu air asli. 

Para ahli tafsir, seperti Imam ath-Thabari, menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan keberkahan dari langit adalah hujan. 

Posting Komentar

0 Komentar