Orang ke 9 yang Masuk Surga

Suatu hari sahabat Mughiroh bin Sy'bah sedang berada di suatu masjid dengan dikelilingi oleh penduduk Kufah di sebelah kiri dan kanannya. Lalu, tiba-tiba datang seorang pria yang bernama Sa'id bin Zaid. Sahabat Mughiroh menyambutnya dengan penuh hormat dan memersilahkannya duduk di atas permadani. Kemudian ada seorang pria Kufah maju ke depan sahabat Mughiroh dengan melontarkan caci-makian. Sa'id bin Zaid bertanya kepada sahabat Mughiroh, "Siapa yang dimakinya itu wahai Mughiroh?". Sahabat Mughiroh menjawab, "Ali bin Abi Tholib". Mendengar jawaban itu Sa'id bin Zain tiba-tiba berdiri dan memarahi sahabat Mughiroh.

"Wahai Mughiroh bin Syu'bah", ucapan itu disampaikan Sa'id sebanyak tiga kali, lalu Sa'id melanjutkan. "Benarkah apa yang baru saja aku dengar? Salah seorang sahabat Rosululloh saw. dicaci-maki di depanmu, dan engkau diam begitu saja? Aku bersaksi kepada Rosululloh saw. tentang apa yang telah aku dengar dari telingaku dan ku ingat dalam hatiku. Aku tidak mungkin meriwayatkan kebohongan tentang Rosululloh saw. yang bila kelak aku akan bertemu dengan beliau, aku akan ditanyai tentang hal itu. Rosululloh saw. pernah bersabda: "Abu Bakar masuk surga, Umar masuk Surga, Ustman masuk surga, Ali masuk surga, Tholhah masuk surga, Zubair masuk surga, Sa'ad bin Malik masuk surga, Abdurrohman bin 'Auf masuk surga, dan orang yang kesembilan juga masuk surga. Jika aku mau, aku bisa sebutkan namanya".

Mendengar ucapan Sa'id tersebut orang-orang yang berada di masjid tersebut mendatanginya untuk memintai penjelasan darinya. "Siapa orang yang kesembilan itu wahai sahabat Rosululloh?" Tanya para penduduk Kufah.

Sa'id menjawab: "Kalian meminta penjelasan kepadaku? atas nama Alloh dan Maha Agung Alloh, akulah orang yang ke sembilan itu. Dan akan berjumlah sepuluh bersama Rosululloh saw.

Lalu sahabat Sa'id menegaskan, "Demi kesaksian yang disaksikan oleh seorang yang bersama Rosululloh saw. yang wajahnya penuh dengan debu sebab kesetiaannya bersama beliau itu (Sayyidina Ali) adalah jauh lebih utama dibandingkan amal kalian semua walaupun kalian memiliki usia sepanjang usia Nabi Nuh."


Posting Komentar

0 Komentar