Setan dalam sebuah Rumus Reaksi Fisika

Pembahasan ini disampaikan oleh KH. Imam Masyhadi, Lc.,Al-Hafidz dari Nganjuk Jawa Timur, dalam mauidoh hasanah acara puncak haflah haflah akhirusanah pondok pesantren tahfidzul Qur'an ath thohiriyah parakanonje kedungbanteng Banyumas tahun 1439 hijriyah atau 2018 Masehi. Tempat dimana seseorang.. sudahlah. Mari kita mulai saja pelajaran fisikanya.

Pernahkah diantara anda sekalian ketika berwudhu merasakan keinginan tiba-tiba untuk buang angin atau kentut? entah itu ketika membasuh muka, membasuh tangan, membasuh kaki atau ketika baru saja selesai mengucapkan doa setelah wudhu? Tentu saja ada, karena saya juga termasuk yang mengalaminya. Sangat mungkin dan sangat wajar jika di antara kita ada yang merasa sangat jengkel dengan hal tersebut. Di satu sisi kita dilarang untuk menahan kentut, sedangkan di sisi lain kita juga enggan untuk mengulangi wudhu yang baru saja kita kerjakan. Belum lagi jika kita dalam keadaan tergesa, semisal ketika muadzin sudah iqomah sedangkan kita bertugas sebagai imam. Apa penyebabnya? Lalu bagaimana menyikapinya?

Dalam keterangannya beliau menjelaskan bahwa persoalan kentut ini bisa dijelaskan tidak melulu dengan dalil agama, tapi juga melalui pendekatan sains terutama fisika. Meskipun setan adalah makhluk gaib, tidak serta merta berarti mereka sama sekali tidak bermateri. Jamak kita ketahui bahwa setan dari bangsa jin tercipta dari api. Materi api sebagai bahan penciptaan setan inilah yang membuat setan tidak bisa terlepas begitu saja dari hukum fisika, yang merupakan sunnatulloh. Ketika dihubungkan dengan ritual wudlu yang menggunakan air, reaksi fisika tentu akan terjadi ketika materi air ini bertemu dengan materi api. Kita sering melihat jika api bertemu air maka akan menghasilkan asap. Seperti ketika petugas pemadam kebakaran menyemprot air atau ketika kita mencuci motor ketika mesinnya masih panas. Nah, reaksi fisika ini terjadi pula ketika setan yang sedang berada di dalam tubuh kita terkena basuhan air wudlu, akan menimbulkan asap. Karena salah satu cara setan masuk ke tubuh manusia melalui lubang-lubang  tubuh, maka asap yang ditimbulkan dari reaksi dengan air wudlu akan keluar lewat lubang tubuh pula, salah satunya lewat lubang dubur. Demikianlah penjelasan KH. Imam Masyhadi, Lc.,Al-Hafidz tentang penyebab kentut ketika sedang berwudlu atau setelah kita baru saja berwudlu.

Lalu bagaimana cara kita menyikapinya? Bolehkah kita menahan rasa ingin kentut tersebut? Menurut keterangan beliau tentu saja tidak boleh, apalagi jika  wudlu tersebut kita lakukan ketika hendak mendirikan sholat. Hal ini dikarenakan ada salah satu fatwa dari Imam al-Ghozali ra. yang melarang menahan kentut ketika sedang sholat, bahkan sang Hujjatul Islam menghukuminya syirik. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa sebaiknya atau bahkan seharusnya untuk melepaskan saja keinginan untuk kentut tersebut, segeralah kentut, tidak perlu ditahan. Selanjutnya, yang perlu kita lakukan dalam menyikapi hal ini adalah, sebaiknya kita berwudlu pada waktu sebelum adzan atau sebelum memasuki waktu sholat. Sehingga kita bisa berjaga-jaga jika ada keinginan untuk kentut, kita masih punya cukup waktu untuk berwudlu lagi dan tidak terlambat melaksanakan sholat berjama’ah. Terakhir, jika kita sering mengalami hal ini, dianjurkan untuk berwudlu di rumah, selain untuk menghemat air yang di masjid, wudlu di rumah sebelum berangkat ke masjid juga banyak terdapat keutamaan.

Tambahan, sekedar permohonan maaf saya, sebenarnya dalam mauidhoh hasanah tersebut, KH. Imam Masyhadi, Lc.,Al-Hafidz menyebutkan referensi kitab tentang penjelasan di atas. Namun karena saat itu saya sedang sibuk chattingan dengan seseorang yang menjadi alasan saya hadir dalam acara tersebut, saya sudah lupa nama kitab referensinya. Di sisi lain, saat ini saya juga sedang dalam proses melupakan seseorang tersebut. 

Posting Komentar

0 Komentar