Sejatine Wong Mujur


Setiap orang melakukan sesuatu apapun pasti memiliki capaian dari apa yang telah dilakukannya. Jika capaian itu adalah sesuatu hal yang menjadi dambaannya, maka ia akan melakukan sesuatu itu dengan sekuat tenaga, ditambah dengan rasa hati-hati dan tidak ada kata selesai di tengah jalan atau biasa disebut 'gagal' oleh kebanyakan orang. Karena dalam hatinya sudah tertanam keyakinan dan tekat yang kuat, bahwa ia mampu mecapai dari apa yang telah ia lakukan.


Adapun capaian oleh kebanyakan orang disebut dengan kesuksesan, yang oleh kebanyakan orang ditandai dengan adanya wujud hasil dari apa yang ia lakukan, berupa bentuk materi yang bernilai. Jika materi dijadikan sebagai ukuran manusia meraih kesuksesan, maka itu menjadi tidak wajar. Karena misi manusia di muka bumi ini bukan untuk mencari segala bentuk materi, baik yang bernilai tinggi maupun rendah.

Seperti yang di sampakan oleh guru kami Syaikh Miftahul Luthfy Muhammad al-Mutawwakil; "Manusia diciptakan oleh Alloh sebagai 'abdun dan juga menjadi kholifah di muka bumi."

Penciptaan alam semesta oleh Alloh swt., dijadikan sebagai sarana manusia dalam menjalankan misinya, yaitu menyembah kepada Alloh. selain itu, Alloh swt., menjadikan manusia sebagai pemimpin yang di amanahi untuk mengelola alam semesta yang di dalamnya berisikan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup seluruh makhluk yang berada di dalamnya.

Tetapi, banyak orang yang lupa akan tanggung jawabnya sebagai hamba dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam. Dengan seenaknya ia mengambil kekayaan sumber daya alam tanpa memikirkan efek dari apa yang telah dilakukan. Contohnya penebangan hutan tanpa adanya reboisasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab, lalu hasilnya digunakan untuk kepentingan pribadi, dan ia merasa dirinya sukses telah memiliki materi yang lebih dari hasilnya yang dholim itu.

Dengan demikian, kesuksesan pada setiap pencapaian manusia bukanlah di lihat dari banyaknya barang mewah yang di miliki, malainkan terciptanya akhlak yang mulia dari apa yang telah ia lakukan dengan cara berpikir, merenung, dan belajar untuk membenahi diri. Romo Guru kami sering mengingatkan soal kesuksesan sejati, bahwa "tidak ada kesuksesan sejati, kecuali di akhirot kelak mampu memandang wajah Alloh swt." Maka, jadikan pencapaian kita di dunia ini sebagai sarana pembenahan diri supaya mampu meraih kesuksesan yang hakiki.

Posting Komentar

0 Komentar