Menguatkan Daya Baca di Era Digital

Ada banyak hal bisa dilakukan untuk memersembahan sesuatu yang bermanfaat. Di era ini, salah satu ruang yang bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat itu adalah internet. Dunia digital sedemikian kuat memengaruhi kehidupan orang secara umum. Tentu saja yang paling kuat adalah smartphone. Seseorang merasa ada yang kurang dalam hidupnya ketika alat ini tidak terbawa. Maka, bisa kita lihat fakta empirisnya dari orang-orang yang kemanapun pergi, pasti membawa alat ini.

Yang mendasari hal ini tentu untuk memudahkan komunikasi. Tapi faktanya tidak itu saja. Orang menggunakan alat untuk beragam hal. Game, sosial media, menjadi yang paling utama. Terkhusus sosial media, ada berbagai konten yang menjadi pilihan. Orang cenderung memilih konten sesuai dengan yang memikat hati ketika menggulirkan scroll, membaca berbagai status atau konten yang dipublikasikan teman. Bisa baik, bisa buruk. Tapi kecenderungan itu bisa jadi terjaring ketika keburukan itu dirundung dan ditekan oleh konten-konten yang baik.

Salah satu konten baiknya tentu adalah tulisan. Ketika orang Indonesia pada umumnya tidak suka membaca buku ­­-apalagi membawa-, di smarthphone hal ini bisa jadi akan berbeda. Tergentung seberapa besar bacaan baik dan menarik terus disuguhkan. Semakin banyak, harusnya semakin baik. Semakin ditekan dengan hal baik, akan semakin besar pula kemungkinan hal baik itu dibuka.

Itu pula yang sedang saya coba ikhtiarkan. Memberikan sebuah ruang membaca kepada pendudukan internet. Saya tentu tidak bisa sendiri. Ada banyak orang yang berperan penting dalam berjalannya perputaran tulisan. bilqolam mungkin bisa jadi samplenya. Yang lebih serius lagi tentu percik.id

Peminatnya sampai saat ini barangkali tidak –belum- banyak. Tapi faktornya tidak semerta-merta soal minat baca yang rendah, tapi juga dimungkinkan konten yang dirasa kurang menarik. Tentu itu soal minat berbeda-beda soal apa dituliskan.

Tapi fakta yang ketahui dari beberapa web yang saya kelola, penggiat literasi memang harus jemput bola. Karena sampai ini, cara paling efektif untuk mengajak membaca adalah melemparkan tulisan ke publik. Share menjadi sarana terkuat untuk bisa menguatkan sebuah web, jika yang dicari adalah jumlah pembaca. Sebab jumlah itu berbanding lurus dengan bagaimana hasil dari share yang dilakukan. Juga sebagai alat ukur seberapa minat pada sebuah tulisan itu ada. Dan bisa dilihat minat para pembacanya dari tema yang dipublikasikan.

Aktifitas ini tentu bukan dalam rangka komersil dan bersaing sebagai lawan dengan web-web yang lain. Setiap web bisa saling menguatkan dan mengisi ruang kosong yang bisa dimasuki. Tambal sulam dan saling pilin untuk menghasilkan kemanfaatan yang kokoh tak tertandingi bak semen holcim.

Yang pasti, setiap tulisan akan memberikan kemanfaatan tersendiri bagi pembacanya. Skala besar kecilnya tergantung seberapa jeli seseorang mengambilnya. Tapi ini tentu bukan alasan-alasan bagi seseorang menulis asal-asalan.

Posting Komentar

0 Komentar