Jangan Salah, “beragama” Islam Itu Mudah


Dari Ibunda ‘Aisyah rha. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah, dan tidaklah seseorang memersulit agama (Islam) kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi) dan ar-ruhah (berangkat setelah dhuhur) dan sesuatu dari ad-duljah ((berangkat di waktu malam) " (HR Bukhari-Muslim)

Alloh menghendaki kepada kita semua itu gampang atau mudah, tidak sulit, dan Alloh tidak mengehendaki kita semua kesulitan, terlebih dalam praktik beragama. Dan itu pula yang ditegaskan oleh Rosululloh saw. pada hadis di atas. Bahwa, jangan sekali-kali memersulit agamanya, maksudnya seseorang tidak patut dalam praktik beragama dibuatnya sulit, sebab, agama islam yang dibawa oleh Rosululloh saw. menghidangkan kemudahan bagi para pemeluknya.

Agama Islam itu tidak ribet, Islam itu mudah, Islam itu tidak sulit dan tidak memersulitAgama islam menghendaki kemudahan, jika seseorang merasa sulit, sejatinya mereka sendirilah yang memersulit dirinya, bukan agamanya.

Islam tidak memersulit siapapun. Karenanya, islam mengajak para pemeluknya untuk tidak memersulit diri dalam memraktikkan agama. Islam itu mudah, praktik beragama islam itu mudah, itulah yang dikehendaki Alloh, itulah yang dikehandaki Rosululloh, itulah yang dikehendaki para wali Alloh, itu pula yang dikehendaki oleh para ulama’ Alloh.

Dalam mengerjakan praktik beragama, manusia dituntut oleh Alloh sekemampuanya, mereka tidak dipaksa untuk melakukan yang melebihi batas kemampuanya. Maka yang demikian akan menjadikan orang-orang yang senantiasa memraktikkan agama tidak merasa berat dalam melakukannya.

Alloh sebagai Dzat yang Maha “Syakur” lebih longgar dalam menerima amal ibadah para hambaNYA. Karena Alloh lebih menghendaki kemudahan bagi para hambaNYA, dan Alloh tidak menghendaki kesulitan bagi para hambaNYA. Seperti yang terdapat dalam surat al-Baqoroh, Alloh swt. Berfirman yang kurang lebih artinya: Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidaklah Alloh menghendaki kesulitan bagi kalian.(Qs. Al-Baqoroh [2]:[185])

Alloh lebih melihat usaha dari para hambaNYA dibandingkan kebenaran, atau kesesuaian seorang hamba dalam menjalani perintah. Meskipun apa yang dilakukan tidak sepenuhnya benar, jika itu dilakukan sekuat tenaga dan sekuat kemampuan, itu lebih disukai oleh Alloh, daripada orang yang benar dalam melakukan sesuatu tapi dilakukan tanpa sengaja, tanpa niat atau usaha.

Firman Alloh di atas menunjukkan kepada kita bahwa Alloh benar-benar menghendaki kemudahan bagi para hambaNYA. Bahkan kalimat-kalimat tersebut saling mengukuhkan atau menguatkan kalimat satu dengan yang lainnya. Maka kalau masih ada orang yang merasa sulit dalam memraktikan agama, pasti ada yang salah dalam praktik beragamanya.

Contoh, kalau ada orang yang merasa kesulitan dalam solat, tidak bisa berdiri misalnya, Alloh memberi pilihan, Alloh memberi subtitusi, jika tidak bisa berdiri boleh dengan duduk, kalau tidak mampu duduk, boleh dengan tidur berbaring menghadap kiblat. Jika tidur berbaring menghadap kiblat masih tidak mampu, maka denga tidur terlentang, dan seterusnya. Itulah kemudahan-kemudahan dari Alloh yang diberikan dan ditawarkan kepada kita.

Dan Alloh juga memberi kemudahan-kemudahan itu dalam amal-amal ibadah yang lainya, seperti solat ketika perjalanan, puasa, wudlu, membaca al-Qur’an dan lain sebagainya. Alloh benar-benar menghendaki kemudahan bagi para hambaNYA.

Begitupula Rosululloh dalam menyebarkan agama islam yang dibawanya, dalam membimbing para umatnya, beliau lebih menghendaki kemudahan dari pada sesuatu yang menyulitkan. Beliau tidak pernah memaksa para sahabatnya untuk melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan yang dimiliki sahabatnya. Bahkan Guru kami, Omda Siddi Miftahul Luthfi Muhammad al-Mutawakkil selalu berpesan, “Seng abot iku gaween dewe, seng enteng wehno wong liyo” (yang berat pakai sendiri, yang mudah berikan kepada orang lain).


Maka sangat tidak pantas apabila ada orang-orang yang hendak menyulitkan dalam beragama. Melarang ini dan itu, menyalahkan ini dan itu, membid’ahkan ini dan itu. Semuanya yang masih dalam koridor qur’an, hadis, dan ilmu “hikmah”, semuanya tidak jadi masalah. Janganlah kita menyulitkan apa-apa yang telah dibuat mudah oleh Alloh. Sebab pada hadis di atas tadi telah disebutkan, bahwa orang yang memersulit agamanya, dia akan dikalahkan, disulitkan, dibuat kualahan oleh perbuatannya tersebut. Wallohu a’lam.

Posting Komentar

0 Komentar