Dimensi Kehidupan



Manusia diciptakan dan diutus oleh Alloh swt. untuk hidup di muka bumi. Dengan dibekali berupa akal dan dengan ke Mahakuasaan-Nya, telah menyediakan rezeki atas apa yang ada di langit dan bumi, dan juga setiap yang bernyawa pun menjadi tanggungan-Nya.
Tidak sebatas hanya hidup dan menikmati hidangan yang ada tanpa harus mengelola layaknya makhluk-Nya yang lain (berupa hewan) yang tidak berakal. Dengan adanya kelebihan pada manusia, Alloh swt. memberi tanggungjawab atas apa yang ada di muka bumi untuk dijaga dan juga dijadikannya sebagai sarana untuk berpikir, bahwa ia hidup karena ada yang menciptakan. Seperti cerita Nabi Ibrahim as. yang mencari siapa Tuhan yang sebenarnya.

Adanya dimensi ruang kehidupan, Alloh swt. jadikan makhluk itu hidup. Dan dari setiap aktivitas manusia yang sudah terjadi, hal itu menjadi takdir-Nya dan di dalamnya terdapat hikmah berupa ilmu bagi yang berpikir. Dan apapun yang sudah terjadi, tak akan bisa terulang kembali, kalau pun dilihatnya 'seperti' kejadian yang telah dilalui, hal itu tak akan sama.

Romo Guru kami, Syaikh Miftahul Luthfy Muhammad al-Mutawwakil pernah berkata, bahwa "Urip iku gak onok sing kopi paste".

Maka, jalani hidup ini dengan sebaik mungkin dan terus belajar, merenung, dan meperbarui atas kejadian yang telah dialami supaya tidak terjadi hal buruk kedua kalinya.

Berbaik sangkalah kepada Alloh swt. Karena Alloh selalu memberikan sesuatu sesuai porsi kemampuan hamba-Nya. Kalau pun ada sesuatu yang di rasa sulit atau menganggapnya sebagai 'musibah', maka bersyukurlah, bahwa Alloh swt. memberi kode kepada kita karena terlalu asyik menikmati dunia yang hanya sebatas titipan, supaya untuk beralih mengingat-Nya. Romo Guru sering berpesan, bahwa "Rohmat Alloh luwih gede ketimbang murko e".

Posting Komentar

0 Komentar