Cinta Deritanya Tiada Akhir?

Di sepanjang jaman, cinta selalu menjadi alasan terkuat. Atas nama cinta, yang berat jadi tidak terasa. Yang jauh terasa dekat, yang tak mungkin menjadi mungkin. Cinta tak mengenal apa itu pengorbanan. Cinta tak lagi melihat siapa untung dan siapa buntung. Dengan cinta semua menjadi masuk akal. Asal tak salah kepada siapa ia harus berlabuh, cinta mustahil akan mengecewakan.

Tapi karena hidup ini tak menjanjikan selalu yang mulus-mulus saja. Maka sakit hati karena cinta, sudah menjadi pemandangan yang biasa kita saksikan. Bagaimana dengan anda, pernahkah seperti PatKay yang lalu mencoba bertahan dalam "derita cinta yang tiada akhir"?

Ketahanan setiap orang dalam menghadapinya bisa sangat berbeda. Pengalaman mungkin tidak begitu penting. Karena cinta adalah tentang rasa, terkadang suka berlebihan. Membumbung tinggi ketika senang, lalu terhempas "ke tanah" ketika kecewa.

Mencintai sesuatu yang bisa mati, maka bersiap untuk kecewa adalah sikap yang bijak.

Saya yakin anda sudah sangat tahu, siapa yang tidak bisa mati dan siapa manusia terbaik yang pernah ada. Ya, jika cinta kita labuhkan untukNYA dan kekasihNYA, sudah barang tentu itu semacam kartu garansi bahwa hati anda tak bakal kecewa dunia akhirot.

Tapi sekali lagi, bukan dunia namanya bila semua lurus-lurus saja.

"Kesalahan" yang sering tidak disadari adalah hampir setiap orang berusaha untuk melupakan cerita lama yang sama sekali tidak menyenangkannya itu. Mengapa salah, karena untuk urusan lupa-melupakan ini urusan TuHan. Lupa adalah bagian dari rejekiNYA. Dibanding melupakan akan lebih realistis bagi manusia untuk merelakan, karena rela itu urusan manusia.

Mustahil manusia bisa memilih akan melupakan yang mana. Tapi kita bisa memilih mana yang akan kita relakan pergi.

Dengan begitu bisa dibilang urusan cinta anda sudah tertangani dengan tepat. Karena bagaimana akan mencintai orang lain, bila untuk diri sendiri tidak. Cintai diri sendiri lebih dulu secara benar, agar cinta kemudian meluas dengan sendirinya.

Menjaga hati dari setiap perkara yang bisa membuatnya tak stabil itu pertanda bahwa ada cinta untuk diri sendiri, karena mati bisa datang sewaktu-waktu. Sembari menunggu, relakan yang perlu. Cintai yang perlu.

Jika rela tak kunjung dapat dilakukan, jangan-jangan cinta ini telah salah alamat. Alih-alih kepada TuHan dan kekasihNYA. Jangan-jangan dunia ini sudah menjadi tempat berlabuhnya cinta...(?)

Posting Komentar

0 Komentar