Berbicara Dan Laku Butuh Latihan


Di beberapa literatur kitab klasik ada beragam cara dalam memberikan nasihat. Diantaranya dengan tutur kata yang baik dan mengandung hikmah. Juga langkah-langkah yang hendak dilakukan. Dimulai dengan apa dan efek atau keberlangsungannya nanti seperti apa. Para Ulama’ terdahulu khususnya Ulama’ Nusantara dengan cerdas mengeksekusi metode tersebut.

Generasi Muda Islam di jaman sekarang atau yang dikenal milenial ini masih banyak yang kurang tahu atau bahkan tidak tahu mengenai metode atau tata cara dalam berucap maupun tindak. Karena miskinnya pendidikan adab, generasi milenial menjadi kurang paham unggah-ungguh dalam bertutur kata maupun bertindak.

Keterampilan berbicara dan laku sangatlah penting untuk dilatih. Sampai-sampai orang jawa memiliki cara khusus untuk seni berbicara. Manakala berbicara kepada orangtua dengan teman sebaya atau orang yang lebih muda itu berbeda. Metode inilah yang penting untuk dipelajari. Karena ketika berbicara dengan orang lain hendaknya di sesuaikan dengan lawan berbicara. Agar tidak sia-sia. Al- Imam Sayyidina Ali kw. Berkata : “Janganlah menasehati orang yang bodoh karena  dia akan membencimu. Nasehatilah orang yang berakal karena dia akan mencintaimu”.

Romo Guru Omda Luthfi dawuh “adab lebih utama dari pada ilmu”. Contoh adab paripurna adalah Rosululloh. Maka, semestinya milenial Islam harus gemar dan hobi meneladani tindak-tanduk Rosululloh. Karena rentan waktu yang jauh dari masa Rosululloh sampai sekarang. Butuh seorang pemandu, yakni Ulama’. Ulama’ yang nasab keilmuannya jelas sambung sampai ke Rosululloh .

Posting Komentar

0 Komentar