Menilik Ke Belakang











Perapian yang kau nyalakan kini hanya tinggal bara.
Sepi dan dingin berlalu lalang di persimpangan jalan. 
Dan kau,  
Kau masih tak beranjak dari secarik kertas yang tidak lagi bersih. 


Gemuruh roda-roda kereta dan sirine palang pintu adalah teman sesekali waktu.
Ia tak jauh berbeda dengan kawan lamamu,
Sedikit menulis kesan kemudian berlalu. 


Tidak ada peristiwa yang abadi, semua yang terjadi
hanya akan jadi cerita setelahnya,
itu pun jika kau tidak lupa. 

...

Setahuku mencatat adalah usaha mengikat ilmu
Dan juga mungkin pengingat peristiwa. 
Meski tidak seampuh aroma dan suasana.  


Mereka bisa diendus di mana-mana dan ditemui kapan saja. 



Posting Komentar

0 Komentar