Islam Agama Manusiawi

Saudara-saudara, Kita mungkin sudah mafhum dengan najis yang berwujud padat, atau cair. Karena kedua wujud ini kan jelas. Zatnya kentara dan materinya tampak. Namun pernahkah terpikirkan dalam benak kita tentang ada/tidaknya najis yang berwujud gas, atau uap? Misalnya ketika kita kentut, atau dikentuti oleh teman kita, najiskah pakaian kita, yang kesabapan (terkena uap) kentut itu ?. hehe, ya tidaklah. Kan kentut tidak najis. Bisa bahaya nanti kalau kentut itu najis setatusnya.


Bayangkan berapa kali kita harus membasuh pantat kita dalam sehari. Belum lagi kalau misalnya aroma kentut itu tiba-tiba masuk menerobos rongga-rongga hidung kita. Alangkah nelangsanya hidung ini kalau berulang kali harus kita cuci. Bisa njebeber dia. Hehehe. Maka bukan seperti itu maksudnya. Maksudnya adalah uap yang berasal dari benda najis.

Di desa misalnya, orang biasa membakar kotoran sapi yang sudah mengering untuk dijadikan pupuk ladang. Nah, asap atau uap dari pembakaran seperti inilah yang tetap dihukumi najis. Artinya kalau asapnya terkena pakaian, maka pakaian itu juga menjadi najis. Namun, sebagaimana yang telah kita pelajari pada kajian Bughyatul Mustarsyidin selasa lalu, jumhur ulama’ bersepakat, najis semacam ini juga termasauk dalam kategori najis yang di ma’fu. Sebab najis yang berupa gas atau uap memang sangat sukar dan sulit untuk dihindari. Orang akan kerepotan sekali nanti, bilamana harus menghindari uap atau gas yang memang menyatu dengan kehidupan kita sehari-hari. Sedangkan fungsi dan tujuan agama kan bukan untuk memersulit hidup manusia, tetapi justru memermudahnya, dan menjadikannya maslahat. Sebagaimana yang telah disabdakan Nabi Muhammad saw., yassiru wa la tu’assiru. “Permudahlah, dan jangan engkau persulit”. WaLlohu a’lam.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. bertambahlah ilmu yg saya dapatkan ttg najis berupa gas...termasuk najis yang ma'fu... Alhamdulillah

    BalasHapus