Malu Bertanya, Bahaya!

Di zaman yang kini sangat dimudahkan oleh teknologi dan informasi, menjadikan siapapun dan di manapun bahkan kapanpun mengetahui hal-hal yang ia anggap asing. Meski di belahan dunia sejauh apapun. Jika mengetahui dan menguasai teknologi dan informasi, akan dengan mudah ia mengetahui hal tersebut. Romo Guru Mbah Bening menyampaikan dalam setiap kajian, hendak nya keluarga muslim menguasai 5 hal, yakni; sejarah, budaya, agama, sains, dan teknologi. Maka dari itu, tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak mengetahui pengetahuan macam apapun. Adanya seorang guru sangatlah penting, sebagai pendidik dan pembuka nalar pikir setiap anak bangsa untuk bisa memahami apa itu sejarah, budaya, agama, sains, dan teknologi.


Pada kajian pagi ini(7/5) Kang Nasrulloh Masiran an-Nawawi al-Luthfi yang mengampu Kitab al-Adzkar menjelaskan pentingnya bertanya kepada guru. Ada pribahasa "malu bertanya, sesat di jalan". Ada hal-hal yang mungkin tidak diketahui oleh sang murid atas apa yang di jelaskan atau yang dilakukan oleh sang guru. Karena memang seorang guru memiliki pengetahuan, atau pengalaman, dan ilmu yang lebih dahulu pernah diperoleh. Untuk itu, murid diperbolehkan bertanya. Agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.


Dalam hadis yang kedua diceritakan ketika rosululloh dalam perjalanan bersama sahabat. Ketika masuk waktu maghrib, lalu Beliau melakukan wudlu, namun tidak langsung solat. Bertanyalah sang sahabat. apakah kita tidak solat? Beliau saw. menjawab, "kita solat di depan". Dari cerita hadis ini, lahirlah hukum diperbolehkan menjamak solat.

Posting Komentar

0 Komentar