Di bawah Naungan Rohmat Alloh

Alloh punya banyak cara untuk menaungi hambaNYA dengan rohmat yang Dia miliki. Bahkan mungkin menurut kita, hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat remeh. Penjelasan mengenai hal ini dipaparkan oleh Ustadz Ali Misbahul Munir di dalam kajian Risalatul Qusyairiyah. Kajian yang ada di bab “Roja’” tersebut menyeritakan banyak kisah hamba-hamba Alloh yang mendapatkan rohmatNYA. Menjadi pelecut bagi kita semua untuk tidak berhenti berpengharapan (roja’) terhadap kasih sayang Alloh.


Diceritakan, suatu ketika ada orang yang bermimpi bertemu Malik bin Dinar yang telah meninggal dunia. Di dalam pertemuan tersebut, ia bertanya kepadanya mengenai apa yang dilakukan oleh Alloh terhadapnya. Malik bin Dinar menjawab, “Aku menghadap Alloh dengan penuh dosa, tetapi Alloh menghapus semua dosaku. Karena aku berhusnudzon kepadaNYA”.

Hal ini sesuai dengan apa yang telah dinyatakan oleh Rosululloh saw. di dalam hadis qudsi, Alloh menyatakan, “Anâ indza dzonni abdî bî/ Aku sesuai dengan prasangka hambaku kepadaKU”*.

Ada kisah menarik di dalam kitab yang di tulis oleh Imam Qusyairi ini. Yakni apa yang dialami oleh Ibrohim bin Adham ketika thowaf di Masjidil Harom.  Beliau mencari waktu yang waktu yang sepi. Tapi tidak mendapatinya. Sampai suatu ketika, hujan turun deras dan langit begitu gelap. Ia melihat kondisi Masjidil Harom. Ia pun lantas melakukan thowaf sembari  menyeru kepada Alloh. Allôhumma a’shimnî Allôhumma a’shimnî/ Ya Alloh, lindungilah aku dari perbuatan dosa Ya Alloh, lindungilah aku dari perbuatan dosa. Tiba-tiba ada suara tanpa rupa yang melerainya. “Wahai Ibrohim bin Adham. Jika engkau meminta kepada kema’shuman, dan semua manusia meminta sepertimu, lantas aku mengabulkannya. Lantas kepada siapa Aku berikan rohmatKU?”

Dari cerita ini, Ustadz Ali Misbahul Munir memberikan penjelasan bahwa dosa merupakan perbuatan yang manusiawi. Semua orang punya potensi untuk itu. Tetapi kesadaran manusia untuk terus meminta ampun atas segala dosa yang dilakukan. Kesadaran akan kekurangan yang ia miliki. Bukti manusia sangat hina. Dan hal tersebut “dimaklumi oleh Alloh”. Rohmat Alloh lah yang akan mengentaskannya dari siksaNYA.


Ada pula cerita seorang budak yang diperintah oleh majikannya untuk membeli arak. Majikan dari budak tersebut merupakan orang yang suka mabuk. Ia punya kelompok pemabuk yang biasa mabuk bersamanya. Ia memberikan budaknya uang 4 dirham untuk membeli arak. Tetapi di perjalanan, ia mendengar majelis yang diadakan oleh Syaikh Mansur bin Umar. Syaikh Mansur mengatakan, “Siapa yang mau memberikan uang senilai 4 dirham untuk orang fakir ini, maka aku akan mendo’kannya. Dan memberikan 4 permohonan do’a”. Budal yang mendengar seruan dari Syaikh Mansur tersebut langsung memberikan 4 dirham uang yang ia bawa. Syaikh Mansur menepati janjinya. Ia pun mendo’akan budak tersebut. Ia bertanya, “Apa yang akan kamu mohonkan kepada Alloh”. “Aku memohon agar aku bebas dari majikanku yang suka mabuk. Aku memohon agar uang aku berikan kepada fakir tersebut diganti oleh Alloh. Aku memohon agar majikanku bertaubat kepada Alloh dan taubatnya diterima. Aku memohon kepada Alloh agar mengampuniku, mengampuni majikanku, mengampunimu, dan mengampuni kaum yang hadir ditempat ini”.

Dan apa yang terjadi? Ketika budak tersebut pulang. Ia diberondong pertanyaan oleh majikannya. Kenapa kamu telat? Mana araknya?

Ditanya seperti itu, sang budak pun menyeritakan semua yang terjadi. Dan seketika majikannya berkata, “Baiklah, engkau aku bebaskan. Engkau tidak lagi budaknya. Uang 4 dirhammu aku ganti. Ini, uang 4000 dirham untukmu. Dan aku bertaubat kepada Alloh.3 hal yang kamu mohon aku kabulkan. Tapi untuk yang ke-empat. Aku tidak punya kuasa. Sebab yang punya hak untuk memberikan ampunan adalah Alloh. Aku tidak bisa apa-apa”.

Setelah kejadian itu, ia bermimpi seperti ada yang berkata kepadanya, “Kamu telah berbuat demikian. Maka, dengan apa yang telah kamu lakukan itu, Aku telah mengampunimu, budakmu, Syaikh Mansur, dan semua yang hadir di majelisnya”.

Kajian kemarin juga menjadi kajian terakhir sebelum puasa. Sebab, insya Alloh, kajian Risalatul Qusyairiyah libur selama romadlon. Ustadz Ali Misbahul Munir akan fokus mengasuh pesantrennya (Ma’had Nurul Qur’an) selama bulan puasa. (ayt/11/krq)

*Hadis lengkap yang terdapat di dalam kitab Risalatul Qusyairiyah. Dari Abu Huroiroh r.hu.-, ia berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Allah swt. berfirman: Aku sesuai prsangka hambaKU kepadaKU. Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu ketika bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diriKu. Jika ia mengingatKu di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu [kumpulan malaikat]. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan [biasa], maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.”


Posting Komentar

0 Komentar