Ajarkan Kejujuran Sejak Dini!

Kajian keluarga sakinah pekan ini(5/6) bertajuk Qulil haqqo walau kâna murron, katakanlah yang benar, meskipun itu pahit, sebuah hadis yang sudah masyhur di masyarakat. Jika di kajian Bulughul Marom tadi pagi, membahas Qulil haqqo walau kâna murron dalam konteks jual beli,  kali ini berbeda, yakni lebih spesifik  dalam lingkup pendidikan  keluarga.

Mengajak  seseorang untuk berkata jujur dalam kehidupan, memang tidak selalu mulus dalam praktiknya. Berkata jujur jika tidak dipraktikkan sejak dini, memang akan sangat sulit untuk dilakukan, meskipun juga tidak menutup kemungkinan untuk mampu melakukannya. Semakin sering seseorang melakukan kebohongan dalam hidupnya, ia akan menanggung risiko dan tantangan yang lebih besar  ketika ia memulai untuk berkata jujur, karena belum terbiasa melakukannya dan juga kebohongan-kebohongan yang dulu, cepat atau lambat akan terungkap, sehingga ia akan menerima dampak yang tidak ringan.

Maka pakulinan berkata jujur harus ditanamkan sejak dini, sejak kanak-kanak agar generasi mendatang sudah terbiasa bekata jujur. Pendekatan secara kekeluargaan yang memicu anak-anak untuk bercerita dan berterus terang jika melakukan kesalahan, itu akan menimbulkan rasa berani bertanggung jawab pada diri seorang anak, disini peran orang tua sangat diperlukan.

Sebagai orang tua tidak selayaknya selalu memarahi dan memberi hukuman pada anak ketika melakukan kesalahan, karena itu akan memengaruhi kondisi psikis anak dan cenderung memilih lari dari kesalahan yang dilakukannya(dan berbohong bisa menjadi salah satu caranya). Maka menanamkan  nilai kejujuran harus dilakukan terlebih dahulu, untuk menghindari terjadinya hal tersebut. Wallohu  A’lam.

Posting Komentar

0 Komentar