Yang Hianat, Tak Boleh Berserikat!

Kajian rutin ba’da subuh dengan kitab Bulughul marom hari ini(29/4) masih membahas seputar perniagaan, yakni kerjasama antar 2 orang atau lebih, yang biasa di sebut “syirkah”.

Syirkah adalah tindakan kerjasama yang dilakukan beberapa orang dalam berniaga, dengan pembagian keuntungan sesuai modal yang ditanamkan. Syirkah bersifat saling menguntungkan, dan lebih menekan nominal kerugian perorangan dan meringankan modal dalam usaha ,  karena dalam berserikat tanggung jawab ada pada semua pihak yang terlibat.

Prinsip dalam bersyirkah pada dasarnya adalah saling percaya, maka selama tidak ada penghianatan dalam bersyirkah Alloh menjanjikan, bahwa Dia akan menjadi pihak ketiga diantara pihak yang bersyirkah, yang berarti akan ada keberkahan di dalamnya. Namun sebaliknya, Alloh akan “tidak ikut campur” jika didalam syirkah tersebut terjadi penghianatan, yang berarti tidak ada keberkahan, Naudzubullah.

Rosululloh pun juga pernah mengutus perwakilan dalam  beberapa urusan Beliau. Seperti yang pernah diceritakan jabir bin Abdulloh ketika ia pergi ke Khaibar, lalu menemui Rosul dan Beliau bersabda “Jika engkau menemui wakilku di Khaibar, ambillah darinya 15 wasaq."
 

Intinya Syirkah & perwakilan (wakalah) diperbolehkan asalkan tidak ada pengianatan didalamnya. Wallohu a’lam.

Posting Komentar

0 Komentar