Suci Belum Tentu Menyucikan


Pembahasan ngAJI kitab “Bughyatul Mustarsyidin” oleh kang Syafiq Rohman kali ini, masih mengulas tentang sebab-sebab yang menjadikan air dikategorikan sebagai air musta’mal. Pada kajian-kajian yang sebelumnya kita telah membahas megenai ukuran air 2 qullah. ini penting, karena volume 2 qullah itu adalah batas minimal air sebagai alat untuk bersuci. Maksudnya bukan kemudian air yang kurang dari 2 qullah tidak bisa dipakai untuk bersuci, namun akan berbeda nanti implikasi dan hukum penggunaanya antara air yang volumenya lebih dari 2 qullah, dengan yang kurang. Air yang volumenya 2 qullah atau lebih (dalam istilah fiqihnya disebut air banyak), tidak berubah hukum penggunaanya sekalipun telah digunakan untuk rukun wajib thoharoh, dan tercampuri oleh materi-materi yang lain, selama itu tidak mengubah sifat asal air. Yaitu antara bau, rasa, dan warnanya tidak mengalamai perubahan, kecuali apabila disebabkan oleh faktor-faktor alamiah. Sedangkan sisa dari air yang sedikit (kurang dari 2 qullah), dan pernah digunakan untuk rukun wajib thoharoh, tidak lagi bisa digunakan untuk bersuci kembali, sekalipun sifat asalnya sama sekali tidak mengalami perubahan. Air inilah yang disebut dengan air musta’mal. Kendati tidak bisa lagi digunakan untuk bersuci, hukum air musta’mal tetaplah suci. Artinya tetap bisa digunakan untuk keperluan yang lain selain bersuci.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Mohon nasihat, 2 qullah itu kira2 berapa liter? Matur nuwun

    BalasHapus