Pentingnya Memilih Teman


Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab-adab serta batasan-batasan dalam pergaulan. Pergaulan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dampak buruk akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jelek, sebaliknya faedah yang besar akan didapatkan dengan bergaul dengan orang-orang yang baik.


Dalam pembahasan mengenai pengaruh berteman. Di dalam kitab Bughyatul Mustafid dijelaskan, bahwa dengan melihat orang yang sedang bahagia, seketika itu kita juga bisa merasa bahagia. Begitupun sebaliknya, ketika kita beradda diantara orang-orang yang sedang diliputi kesedihan, tanpa terasa kita juga merasa sedih juga. Seperti itulah pengaruh teman didalam kehidupan. Seseorang bisa menjadi baik ketika di sekelilingnya adalah orang-orang yang baik. Dan banyak orang yang dapat terjerumus dalam keburukan disebabkan pergaulan mereka bersama orang-orang yang berperilaku buruk.

Digambarkan, unta yang terlepas dari tali kekangnya masih dapat nurut “dikendalikan” apabila ia berada pada kumpulan unta yang nurut “jinak”. Juga bagaikan air dan udara. Keduanya bisa berubah menjadi bau yang tidak enak apabila berada di antara bangkai. Semua itu merupakan gambaran bahwa teman sangat berpengaruh pada kondisi seseorang. Seseorang bisa berubah menjadi baik, juga bisa berubah menjadi buruk disebabkan dengan siapa dia berteman, lingkungan pergaulan keseharian sangat berpengaruh pada kondisi seseorang.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Posting Komentar

0 Komentar