Pemimpin Mengutamakan Yang Dipimpin


Kajian rutin Pondok Pesantren Tambak Bening Ribath al-Ibadah al-Islami asy-Syarif Suroboyo, dilaksanakan pada senin pagi setelah subuh 22 Rojab 1439/9 April 2018 yang diampu oleh Kang Bustomi Marjan an-Nawawi al-Luthfi menjelaskan bahwa Alloh mengutus para Nabi dan Rosul itu sesuai dengan situasi dan kondisi umat yang akan dibimbing oleh para Nabi dan Rosul. Jadi, karakter setiap Nabi dan Rosul pun berbeda-beda. Ada Nabi Musa as. yang tegas dalam menghadapi Bani Isroil. Ada Nabi Syuaib dengan sifat yang keras dalam menghadapi kaumnya. Namun ada juga Nabi Isa as. Yang lemah-lembut dengan kasih sayangnya.


Dijelaskan juga oleh Kang Bustomi,  dijaman Nabi saw. , beliau pernah menegur sahabat Mu’adz yang ketika menjadi imam soalt berjama’ah, ia menggunakan surat al-Baqoroh pada roka’at yang pertama. Sehingga salah satu makmum memisahkan diri karena memunyai tanggungan untuk menyiram kebun kurma. Mengadulah si-petani tukang kurma tersebut kepada Nabi. Sehingga Nabi menegur sahabat Mu’adz.

“Mengapa kamu tidak membaca saja surat ‘Sabbihisma robbika’ (al-A’la), atau dengan ‘Wasysyamsi wa dluhaha’ (asy-Syams) atau ‘Wallaili idzaa yaghsya’ (al-Lail)?” tutur Nabi.


“Karena yang ikut solat di belakangmu mungkin ada orang yang lanjut usia, orang yang lemah, atau orang yang punya keperluan.”

Jadi sebagai imam harus bisa mengerti dan memahami makmum yang ia pimpin. Agar bisa berjalan bersama seimbang untuk kemaslahatan. Tanpa ada kamadlorotan yang terjadi dengan mengatasnamakan kemampuan pribadi.




Posting Komentar

0 Komentar