Pelantikan BKMM Lamongan, Kuatkan Literasi Umat

Badan Koordinasi Masjlis Ta'lim Masjid  menggelar pelantikan anggota baru masa bakti 2018-2019. Acara tersebut digelar di Gedung IPHI (Ikatan Perserikatan Haji Indonesia) Kabupaten Lamongan. Bupati Lamongan, Fadeli Sh. MM hadir dalam acara tersebut untuk memberikan apresiasi terhadap apa yang digarap oleh BKMM Lamongan. Ia mengatakan "Jumlah penduduk Lamongan ini presentasenya adalah 99,02 persen beragam islam. Hanya 0,8 yang beragama lain. Dan itu bisa jadi merupakan presentase terbanyak di Jawa Timur, atau bahkan mungkin di Indonesia. Maka dari itu, adalah suatu hal yang patut di apresiasi adanya BKMM ini untuk menjadi pununjang kualitas keislaman penduduk Lamongan".


Setelah sambutan dilakukan, Fadeli langsung meninggalkan acara karena aku kegiatan lain yang mesti dihadiri. Pihak acara memberikan cinderamata kepada bupati yang telah memimpin sejak 2010 tersebut. Pun pula, Abuya Miftahul Luthfi Muhammad al-Mutawakkil dari Surabaya memberikan cinderamata berupa karya tulis beliau dalam bentuk majalah dan buku beliau. Ada di dalamnya buku Khutbah Hijau dan Eco Islam. Kedua buku tersebut merupakan dua dari sekian hal yang menjadi inspirasi Walikota Surabaya, Tri Risma Harini dalam membangun Kota Surabaya.

Hadir pula di ketua Dewan Masjid Lamongan, K.H. Abdus Salam, Ketua MUI Lamongan KH. Abdul Aziz Choiri.

BKMM sendiri merupakan badan baru yang dibentuk oleh DMI Lamongan. Nyai HJ. Nurrotun Mumtahanah menjadi ketua masa  Bakti 2018-2023. Selain pelantikan PD BKMM, juga diakan pelantikan PC BKMM yang terdiri dari 27 Kecamatan yang ada di Lamongan.

Dalam pidatonya, Putri dari Nyai Hj. Mu'awannah tersebut mengatakan akan mengadakan pengajian rutin di daerah daerah, membangun ekonomi keumatan, pelatihan pemulasaran jenazah bagi perempuan, serta merancang kegiatan literasi.

Hal tersebut senada dengan apa yang diungkapkan Abuya Siddi Miftahul Luthfi Muhammad. Beliau mengatakan bahwa perpustakaan menjadi salah satu kekuatan yang mesti dibangun dalam BKMM. Dan pengurus harus menunjukkan contoh konkrit pada masyarakat akan praktik tersebut. "Jangan sampai perpustakaan sudah ada, pengurus menggembor-gemborkan soal membaca, tetapi pengurus BKMM sendiri malah sibuk dengan gadget".

Beliau mengaku membaca 200 halaman perhari sebab meniru apa yang dilakukan oleh guru beliau KH. Maimoen Zubair, dan KH. Musthofa Bisri. Beliau mengatakan bahwa kedua gurunya jauh lebih banyak lagi dalam membaca buku, bahkan sampai sekarang di usia yang sudah sepuh.

Mengenai pengembangan ekonomo keumatan yang akan dibangun oleh BKMM, Abuya Luthfi memberikan tips dalam berbisnis dengan acara yang islami dan i.sya Alloh barokah. "Kunci dalam berbisnis bagi umat islam ada 3. Yang pertama menomor satukan Alloh, Jujur benar, tulus ikhlas. Jika ketiga hal tersebut dilakukan dalam menjalankan bisnis, insya Alloh. Akan ditolong oleh Alloh. Dan menjadi pengusaha pengusaha sukses"

Pengasuh Pondok Pesantrean Tambak Bening tersebut yakin benar bahwa umat islam akan jaya dengan 3 modal di atas. Pun beliau dengan sangat tegas mengatakan bahwa berbisnis tidak harus bergantung pada bank sebagai pemberi modal. Tapi Allohlah yang akan memberikannya ketika kita berusaha dengan sungguh sunggu. "Sopo temen tinemu" Ujar Ulama yang sudah menulis 87 buku tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar