Diri Sebagai Cermin Dalam Beragama


Bilqolam –  Kajian Keluarga Sakinah yang dilaksanakan tadi pagi(22/4), mengulas kembali hadis Rosululloh tentang beberapa hal yang paling ditakutkan menimpa ummatnya kelak yakni perut buncit, terus memerus tidur, malas dan lemah keyakinan.

Jika diamati baik-baik 4 hal yang ditakuti Rosululloh tersebut di masa sekarang, telah menjadi perkara yang dianggap remeh dimata masyarakat, padahal 4 perkara ini sangat memengaruhi gaya hidup seseorang serta kondisi spiritualnya.

Perut buncit atau bisa diartikan berat badan yang berlebih (obesitas)  adalah akibat dari gaya hidup yang tidak teratur. Pola makan, pola istirahat dan konsumsi obat-obatan bisa menjadi penyebabnya. Jaman sekarang tidaklah sulit mencari orang yang berperut buncit, hampir disetiap komunitas manusia bisa ditemukan. Saking banyaknya sehingga hal ini dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja, padahal berat badan yang berlebih akan sangat memengaruhi aktifitas, karena semakin banyak lemak yang mnyelimuti badan akan semakin sulit mobilitas seseorang untuk melakukan aktifitas fisik, dan pastinya pergerakan dalam mendakwahkan islam akan berkurang. Bukan hanya itu, banyak penyakit juga akan mengintai dari segala arah. Naudzubillah.

Jika ini direnungkan lebih dalam perut buncit bisa memicu terjadinya 2 hal yang ditakutkan rosululloh selanjutnya, yakni terus menerus tidur dan malas. Ya, sudah barang tentu berkurangnya mobilitas akan menimbulkan rasa malas atau mungkin sebalikya, kurangnya mobilitas dipicu karena adanya rasa malas, keduanya sama saja, sama sama merugikan. yang jelas obesitas yang dibarengi dengan rasa malas tidak hanya akan menghambat aktifitas, akan tetapi juga akan menambah masalah yang lebih kronis yakni penyakit jasmaniyah dan ruhaniah.

Istirahat yang cukup adalah salah satu kunci memiliki tubuh yang ideal. Rosululloh pun menyontohkan lewat tindak tanduk beliau, kapan beliau makan dan kapan beliau berhenti, kapan beliau tidur dan kapan beliau bangun, semua sudah  itu adalah sebuah teladan untuk memiliki tubuh yang ideal sehingga tenaga dan semangat untuk beribadah tetap terjaga.  Karenanya, tidur yang terus menerus adalah gaya hidup yang bertolak belakang dengan yang dicontohkan Rosululloh. Biasanya gaya hidup ini sering terjadi dan mewabah dikalangan remaja yang hendak bertransformasi menjadi dewasa walaupun tidak menutup kemungkinan menyerang kelompok usia yang lain, karena manajemen waktu yang masih belum teratur, sekali waktu begadang, namun diwaktu yang lain digunakan untuk tidur. inilah pentingnya peran orangtua(termasuk guru dan ustadz) untuk ikut andil dalam mengarahkan generasi muda menuju hidup yang lebih baik.

Diakhir kajian menyinggung tentang lemahnya keyakinan yang diartikan kurangnya bersandar kepada Alloh dan lebih bergantung kepada makhluk, padahal, sudah menjadi kaidah umum dalam dinul islam bahwa segala apa yang ada di jagat raya tidak luput dari perhatian Alloh Swt. jika hewan dan tumbuhan yang “tidak lebih sempurna” dari manusia saja dicukupi keperluannya oleh Alloh, seharusnya manusia juga mendapatkan hal yang sama. Namun kembali lagi kepada diri manusia itu sendiri, seberapa yakinkah manusia kepada Alloh??? Wallohu A’lam (MH)

Posting Komentar

0 Komentar