Kemenangan Yang Baik


Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allohlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Alloh-lah yang melempar. (Alloh berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


Dalam kajian ini mengutip al-Qur’an (Qs. Al-Anfal [8]:17) seperti yang ada di atas. Romo Guru menerangkan tentang Kemenangan Yang Baik. 

Diawal kajian, Romo Guru mengajarkan untuk senang dalam melakukan hal apapun, dengan cara mengatur tarikan nafas hingga 4 detik, lalu menahannya sampai 2 detik, dan menghembuskan nafasnya perlahan sampai dengan hitungan 8 detik. Sudah jelas di kalamulloh yang terdapat dalam [Qs.al-Anfal (8):17] bahwasanya Balâ’an hasanan yang artinya kemenangan yang baik. Dapat juga diartikan melakukan yang baik dengan kuncinya senang seperti membaca Qur’an, berdzikir, menulis, dan muthola’ah

Melalui suroh ini, Alloh menghibur hati kaum mukminin supaya senatiasa merasa damai dan tenang hidupnya. Sebab, orang mukmin itu selalu hidupnya di uji oleh Alloh swt., maka seorang mukmin sekuat tenaga mengabdi kepada-Nya. Hanya orang yang galau, khawatir, cemas, dan takut yang tidak bisa nyambung dengan Alloh swt.
Lalu, Romo Guru bercerita tentang hamba Alloh di alam barzah yang membuat dia senang. Bukan karena haji, umroh, dsb, melainkan senang karena semasa hidupnya memberi YupYupan kepada kucing yang ke hujanan.

Dan dilanjutkan dengan cerita Gus Dur yang semasa hidupnya dulu banyak melakukan hal yang tidak menguntungkan dirinya sendiri secara dhohir, yang mana menurut orang lain itu tidak berguna, malah mengolok-olok Gus Dur dengan berbagai sebutan yang tidak pantas. Padahal sejatinya Gus Dur itu berpikir untuk kedepannya dari apa yang dia lakukan waktu itu, dan menghasilkan kemaslahatan yang makmur. Dan apa-apa yang dilakukan oleh Gus Dur semata-mata mutlak hanya untuk Alloh dan rakyatnya.

Jadi, dari cerita di atas kita dapat mengambil hikmah bahwa apa-apa yang kita lakukan hakekatnya mutlak karena Alloh swt., dan tidak ada amalan yang mampu mengantarkan kita ke surga kecuali dengan Rohmat Alloh swt., yang dibarengi dengan keikhlasan. Dan sesungguhnya Alloh mengetahui hati hamba-hambanya yang ikhlas.


Posting Komentar

0 Komentar