Halal Harom, Jangan Dicampuradukkan !


ngAji kitab Bulughul Marom yang diadakan setiap Ahad pagi di Ribath Al-Ibadah al_islami Surabaya ini berisi tentang berbagai macam ilmu fiqih pokok yang sehari-hari sering kita lakukan, semisal bersuci, sholat, berdagang, hingga pergadaian.


Pagi ini(22/4) kajian kitab Bulughul Marom membahas bab Perdamaian dalam hal muamalah sesama muslim. Hal ini diperbolehkan dalam islam bahkan dianjurkan, namun perdamaian tersebut bisa menjadi harom ketika sesama muslim saling berdamai dalam hal menghalalkan yang harom dan mengharomkan yang halal, dalam hadis riwayat Tirmidzi ini seorang muslim wajib berpegang teguh pada syariat islam.

Dewasa ini praktik menghalalkan yang haram atau sebaliknya memang semakin marak, dengan menjamurnya praktik riba di sektor-sektor sentral perekonomian negara, mulai dari perbankan hingga toko kelontong. umat islam dihimbau untuk selalu waspada agar tida tergiur tawaran transaksi dengan keuntungan yang berlebih dan terkesan lebih menguntungkan satu pihak, karena pada dasarnya dalam islam transaksi yang sehat adalah transaksi yang sama sama menguntungkan kedua belah pihak dan tidak ada yang dilebihkan.



Kembali ke topik awal, himbauan untuk tidak berdamai dalam urusan menghalalkan yang harom atau sebaliknya sangatlah bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Siapapun yang perpegang teguh pada syariat islam dan tidak pernah melenceng dari koridor - koridor fiqih tidak akan mendapatkan kerugian karena islam berarti selamat, barang siapa berislam ia akan selamat lahir dan batinnya. Wallohu A’lam (MH)

Posting Komentar

0 Komentar