Zaynaya IV



zaynaya
entah apa yang membuatku memanggilmu seperti itu
darimana pula aku menemukannya
dan aku tak menyangka “zaynaya”
selalu terbayang di hadapanku
selalu tampak dalam pikirku
selalu terlihat dalam pejamku
selalu hadir dalam diamku
selalu mengucap amin dalam tafakkurku
selalu kata itu membuatku merenung seketika
tiba-tiba dan tak terduga
dan kata itu untuk siapa?
apakah ia untuk yang sekelebat terlintas
ketika aku mau bersajak kala pertama kali
zaynaya muncul dalam alur cerita ini
siapa dia? siapa aku? dan siapa kita?
kembalilah zaynaya
jangan kau terus menari-nari dalam aliran darah
bolehlah jika kau sekedar menginspirasiku
tetapi jangan sampai masuk merasuk dalam
kedalaman kalbu dengan menggebu-gebu
biarlah aku berjalan tanpa menggenggam wajahmu
sebab tanganku terlalu kasar untuknya
biarlah aku melangkah tanpa bayangan
tudung rambutmu yang kemuning
serta bayangan rambutmu yang melecut bagai pecut
biarlah aku bergerak tanpa intai matamu
yang kilaunya bagai perpaduan sinar matahari
dan air laut di waktu pagi menyingsing
kembalilah
kembali ke mihrob tempatmu bersenandung
dan aku
aku akan menadah embun
untuk bermandi dan seteguk buat minum

Musolla al-Muslimun, 15 Jumadits Tsani 1437


Posting Komentar

0 Komentar