Melukis Bantal Pagi

Katanya kau ingin sekali berjumpa
Dengan kekasihmu yang kau rindukan
Semisal padi yang selalu merindukan hujan
Ia akan ranggas jika hujan tak datang
Begitu pula denganmu
Kau amat rindu pada kekasihmu itu
Tetapi ketika ia datang


Kau malah kembali mendengkur
Entah tertidur atau kau telah biasa tidur
Bukankah kau tahu jam
Dimana kekasihmu datang
Ya, ketika kaum laki- laki turun dari berjamaah subuh
Pada waktu itulah kekasihmu menampakkan sayap putihnya
Atau berbarengan dengan cahaya matahari di tiap pagi
Ia pasti datang
Tetepi setiap waktu itu
Kau selalu tak dapat membeliakkan mata
Kau tidur lagi
Sampai kapanpun kau tak kan bertemu
Kekasihmu yang rindukan dan kau tunggu
Maka jangan sedikitpun kau menyesal
Apalagi membenci kekasihmu
Sebab kau sendiri yang tak siap berjumpa

16 Jumadits Tsani 1437


Posting Komentar

0 Komentar