Jangan Menyerah

Dalam kehidupan umat manusia banyak menjumpai suatu cobaan yaitu cobaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Banyak yang mengeluh tentang perekonomian keluarga. Ada yang tentang apa-apa yang selalu di butuhkan. Namanya manusia itu mempunya sifat yang kurang atau tidak mensyukuri apa yang sudah dimilikinya mungkin jika manusia selalu dikasih jalan yang mulus oleh Alloh, manusia tidak akan ingat kepada yang menciptakannya, karena manusia juga mempunyai sifat ingkar. Maka dalam kehidupan ini banyak sekali dijumpai berbagai macam masalah, entah itu masalah kecil, entah itu masalah besar, pasti ada di dalam kehidupan kita masing-masing.


Pada saat itu ada seorang anak muda yang selalu dijumpai berbagai macam masalah. Namun anak itu selalu kuat untuk menjalankan apa yang sudah ditakdirkan oleh Alloh karena dia seorang anak yatim, dia mencari nafkah untuk menghidupi ibu dan adiknya. Sebut saja anak ini bernama Ismed. Dia ini bekerja sebagai karyawan di sebuah toko serabutan. Dia yang mengambilkan apa yang diminta pembeli, setiap pagi mulai jam 7-8 malam dia bekerja. Namun dalam kehidupan dia tidak jauh yang namanya sholat dan ibadah, meskipun dengan penghasilan yang mungkin tidak cukup untuk mencukupi keluarganya, Ismed ini selalu bersyukur dengan apa yang sudah dihasilkannya.

Ibu Ismed sangat bangga mempunyai anak seperti Ismed karena dengan kesederhanaan begitu dia sudah bersyukur, sampai-sampai apapun rintangan yang dia hadapi selalu dijalaninya dengan legowo dan tanpa mengeluh. Sampai beberapa tahun dia bekerja seperti itu dengan gaji yang tidak memuaskan pun dia jalani. Pada jaman sekarang mungkin mencari seorang anak seperti ismed hampir tidak ada. Secara, jaman sekarang anak muda lebih mementingkan dirinya sendiri ketimbang keluarganya yang lebih membutuhkan. 

 Pada saat itu ada seorang teman Ismed, di dalam kehidupan, anak itu selalu kacau. Banyak yang namanya kekurangan namun anak itu sangat tidak bisa menjalani keadaan itu seperti Ismed. Malah, anak tersebut sukanya hanya berhura-hura ketika mendapat sedikit uang dan tidak memperdulikan keluarganya di rumah. Padahal keluarganya lebih membutuhkan ketimbang hura-huranya itu. Sebut saja anak itu bernama Kholil. Kholil di kalangan kampungnya terkenal dengan anak yang superbandel. Pekerjaannya cuman mondar mandir di kampung tiap malam, mabuk-mabukan di kampung. Sangat berbeda dengan Ismed yang rajin bekerja, rajin ibadah dan rajin membantu orangtuanya . 

Setelah Ismed pulang dari kerjanya, dia sengaja melewati kampung Kholil dan takdir Alloh, mereka berdua telah bertemu saat itu Kholil lagi mabuk dengan teman-temannya. Saat itu Kholil pun diajak sama Ismed untuk nyangkruk di giras, karena Ismed ini tidak suka dengan suasana mabuk-mabukan seperti itu. Mereka berdua berbincang-bincang, di tengah perbincangan mereka berdua, si kholil ini berujar.

"Kau Ismed makin lama semakin ganteng saja, hehehehhe"

"Ya, ini semua takdir Alloh, lil. Kalau aku dikasih wajah tampan seperti ini" Jawab Ismed sembari senyum.

Kholil menjawab, "Yaelah, med. Omonganmu koyok ustad ae dadakno"

"Aku gak koyok ustad. Ancene benerkan kabeh iki kersane gusti Alloh? sing wes nyiptakno awak dewe iki lo"

"Iyoweslah, med. Ancen bener seNek gak onok Gusti Alloh, awak dewe iki gak urip, gak iso cangkruk ngene , hehehehe"

"lah, sudah tau gitu lo. Kamu iku sakjane wes ngerti lah kok macak goblok, hahahahhaha"

"Sebenarnya sih aku ini juga tau tentang itu. Tapi aku takut dikatakan seperti anak yang sok tau"

"Halah, anggep aja orang yang berkata kepadamu itu iri sama kamu"

"Iyo bener, med. Aku baru sadar kali ini"

"Kamu kan sudah tau dan kamu tadi sudah bilang sendiri  kalau kita ada karena gusti Alloh. Kok kamu masih berbuat mabuk-mabukan yang tidak penting"

"Emm, soalnya aku lagi pusing, med, dengan keadaan di rumah"

"Lah, kamu pusing kok malah dibuat minum, apa gak tambah pusing kalau mabuk (jawab Ismed dengan kata-kata polosnya) 

"Dengan minum-minuman keras itu aku bisa melampiaskan stresku, med"

"Apa kamu gak sungkan sama yang nyiptakan alam semesta ini. Kamu sudah diciptakan dengan tubuh yang sehat malah kau rusak dengan minum-minuman yang tidak berguna itu.

"iya, se. Tapi aku barus bagaimana lagi, med"

"Minta petunjuk kepada yang maha kuasa, Lil. Ibadahmu tekuni, tinggalno kebiasaanmu iku,  nanti akan ada jalan keluarnya"

"Ya, insha Alloh, med. Aku akan mecobanya"

"Bagus itu, buktikan keserbabaikan Alloh, lil. Kamu tidak akan rugi, kok"

"iya, med. Terimakasih banyak atas sarannya untuk hari ini"

"Iya, sama-sama, lil. Udah dulu ya, aku mau pulang. Sudah malam, ibuku nanti menunggu malah"

"iya, med. Ati-ati di jalan. Salam sama ibumu ya! Kapan-kapan kita ngobrol lagi"

Kholil akhirnya sadar bahwa kehidupan yang dijalankannya sangat salah kaprah. Yang tadinya sering hura-hura, sekarang sudah banyak berubah lebih condong untuk membantu ibunya di rumah ketimbang hura-hura tidak jelas dengan teman-temannya itu. Sedangkan ismed pun merasa senang bisa menyadarkan temannya yang tidak karuan menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya.

Beberapa bulan kemudian Ismed berkunjung kerumah kholil. Ismed senang sekali melihat temannya sudah banyak berubah, sudah menjalankan ibadahnya 5 waktu, sudah banyak membantu orang tuanya, semuanya sudah berubah. Dan kholil pun berterimakasih kepada Ismed yang telah membukakan pikirannya itu. Ismed berkata kepada Kholil 

"Dalam kehidupan ini banyak yang namanya cobaan. Namun kita jangan mau kalah dengan cobaan tersebut. Jangan kalah oleh masalah, kalau bisa kita yang harus kalahkan masalah"

Posting Komentar

0 Komentar