Ingatan


Jika manusia hidup selama 60 tahun, ada banyak gambaran yang disimpan memorinya, yang jumlahnya melebihi 60 miliyar informasi dan pengetahuan. Jika kita salin semua memori ini kedalam buku, niscaya akan membutuhkan ribuan jilid buku yang menyimpan bermacam informasi yang sampai sekarang tidak diketahui dimana posisinya di dalam otak. Ada banyak teori yang berasumsi bahwa memori tidak bertempat di otak. Ia hanya berhubungan dengan kehidupan jiwa seseorang.


Setiap informasi yang masuk pada manusia, sebagiannya di simpan di tempat yang dekat agar mudah dikeluarkan kembali. Sebagiannya disimpan di tempat yang jauh, bahkan sebagiannya lagi tidak disimpan sama sekali. Jika informasi itu disimpan, maka ia akan diklasifikasi berdasarkan jenisnya. Ada memori tenang hal-hal yang dihasilkan dari indra penciuman, memori hasil penglihatan, memori tentang wujud dan keberadaan benda-benda, memori tentang warna, memori tentang aroma pafum, juga memori tentang nama, sungguh amat kompleks dan rumit.

Dalam tulisan ini, yang akan menjadi kajian adalah tentang ingatan, diharapkan mampu memberikan pengetahuan serta wawasan yang lebih. Dan mampu memberikan referensi serta pengetahuan yang lebih luas dan memberikan manfaat yang positif bagi semua.

Salah satu keistemawaan manusia adalaah kemampuannya mengingat pengalaman-pengalaman dan informasi atau pengetahuan yang diperolehnya. Sementara pakar berkata bahwa normalnya otak manusia dapat menyimpan sepuluh billiun satuan informasi, sedang komputer tercanggih hanya sekitar 4 juta. Seandainya manusia bermaksud mencatat segala sesuatu yang diketahuinya selama 24 jam, maka ia membutuhkan waktu ratusan tahun.

Rukkayatu Fatahu Umar seorang anak perempuan berusia tiga tahun telah membuat takjub warga Nigeria setelah dirinya berhasil menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan, dan menjadi salah satu Muslim termuda di dunia yang bisa menghafal Al-Quran 30 juz.

Di Nigeria seorang anak yang beumur tiga tahun mampu menghafal Al-Qur’an secara tuntas.  Rukkayatu Fatahu Umar nama balita perempuan ini berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an. Sungguh luar biasa kemampuan manuisa, dalam hal ini adalah ingatan. normalnya otak manusia dapat menyimpan sepuluh billiun satuan informasi, sedang komputer tercanggih hanya sekitar 4 juta.

Ingatan merupakan kemampuan jiwa dan pikiran seseorang untuk menyimpan informasi dan pengetahuan yang diterima seseorang. Sebagian ilmuan mengatakan, memori adalah kamus dan penerjemah langsung. Hal yang menakjubkan lagi adalah bahwa sel saraf itu tidak bisa terbagi-bagi lagi dan tidak mati. Sekiranya ia terbagi dan mati, maka manusia akan kehilangan seluruh ingatan atau pengalamannya.

Sifat ingatan antara lain sebagai berikut:

1.      Ingatan yang cepat dan mudah: artinya seseorang dapat dengan mudah dalam menerima informasi, pengetahuan, atau kesan-kesan. Misalnya Rukkayatu Fatahu Umar yang dengan cepat dan mudah menghafal Al-Qur’an. Ada pula yang lambat atau membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menghafal.

2.      Ingatan yang luas : artinya seseorang dapat dengan mudah menerima kesan-kesan atau stimulus yang diberikan.

3.      Ingatan yang teguh: kemampuan seseorang dalam mengingat kesan atau stimulus yang diterima secara konsisten sehingga tidak mudah lupa.

4.      Ingatan mengabdi atau patuh : informasi, pengetahuan, kesan atau stimulus yang yang pernah diberikan atau dicamkan dapat dengan mudah di produksi kembali.

Proses Terbentuknya Ingatan :
1.      Kita berpikir, bergerak, melihat, mendengar, dan mengalami hidup (sebagai rangsangan inderawi)

2.      Semua pengalaman itu disimpan di dalam otak (melalui kode-kode)

3.      Masukan itu diurutkan oleh struktur dan proses otak berdasarkan nilai, arti, dan kegunaannya.

4.      Berbagai syaraf diaktifkan.

5.      Syaraf yang satu menyampaikan informasi kepada syaraf yang lain melalui reaksi elektrik dan kimiawi.

6.      Hubungan-hubungan itu diperkuat dengan pengulangan, pengistirahatan, dan emosi.

7.      Ingatan terbentuk.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ingatan:

1.      Menganggap suatu informasi itu penting atau tidak penting merupakan alasan paling umum mengapa informasi dilupakan.Kita hanya mengingat hal-hal yang menarik minat kita saja. Jika informasi itu tidak dianggap penting maka informasi itu tidak akan disimpan di dalam ingatan jangka panjang.

2.      Adanya gangguan – suatu rangsangan lain muncul bersamaan dengan tahap pemrosesan ingatan, jika gangguan terjadi, upaya untuk kembali menampilkan ingatan akan menjadi gagal. Misalnya anda mengingat nomor telepon yang tidak pernah diketahui sebelumnya, ucapkan nomor tersebut beberapa kali sebelum disimpan dalam ingatan jangka pendek, kemudian mengobrollah sebentar dengan seseorang.Apakah Anda masih ingat dengan nomor telepon tadi setelah percakapan selesai?kemungkinan besar anda akan sulit untuk mengingatnya kembali.

3.      Kondisi psikologis kita. Kinerja ingatan kita akan mencapai puncak jika berada dalam tingkatan stress yang memadai. Namun, kinerja tersebut akan menurun jika stress menjadi berlebihan atau kronis. Salah satu aspek penting dalam mengingat sesuatu adalah perhatian dan fokus.Cobalah bayangkan bagaimana konsentrasi anda ketika merasa cemas. Dalam keadaan seperti itu kemungkinan besar Anda akan membuat kesalahan, melupakan sesuatu, atau merasa bingung.


4.      Faktor fisik atau kesehatan kita. Beberapa penyakit memang mempengaruhi ingatan kita seperti Alzheimer (lupa pada hal-hal yang baru tetapi ingat pada hal-hal yang lama), amnesia, dan lain sebagainya.Selain itu kesehatan fisik kita juga mempengaruhi kemampuan kita dalam mengingat. Untuk itu asupan makanan yang bergizi menjadi penting dalam menjaga tubuh selalu dalam kesehatan  yang prima sehingga proses mengingat dapat dilakukan dengan baik.

Posting Komentar

0 Komentar