Diantara Dua Lagu Purba


Lewat pukul duabelas malam, waktu dimana sunyi menggelar dirinya.


Suara paling inti duduk bersila, menunggu seseorang datang mendengar. Langit terkuak, keindahan perawan yang tak bisa dilihat dari mimpi.

 Dimanakah engkau waktu itu? Sedang berusaha berenang ke tepi kesadaran, ataukah hanyut diseret angan-angan dan impian?

Aku sedang terjaga, entah kenapa. Sebab, biasanya sunyi tak menarik hati. Sebab biasanya, aku acuh dengannya. Sebab biasanya, aku tak bisa. Kerna, jiwa dilelahkan oleh kesibukan.

Jika dua kawan disebelahmu telah pergi jauh dalam mimpinya masing-masing sambil mendendangkan 'lagu purba', alasan apa yang membuatmu masih juga belum menutup mata ketika hari beranjak pagi?

Ada panggilan Tuan, ada seruan. Dari kekasih yang dekat tapi tak selalu dirasa kehadirannya. Ada bisik, ada tawaran, dari kawan karib yang seringkali disalahpahami.

Lantas, aku mendongak. Menelan angin dengan nafasku. Memejam. Merasakan pelukan.

Posting Komentar

0 Komentar